Menteri Pariwisata Sebut 3 Maskapai ini Jadi Senjata Andalan Menarik Wisatawan Asing

Beberapa maskapai di Indonesia menjadi andalan Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam menggaet wisatawan Mancanegara ke Indonesia.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Menteri Pariwisata, Arief Yahya berkunjung ke kantor PT. Angkasa Pura II, Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (21/3/2019) bersama Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhamad Awaluddin. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Beberapa maskapai di Indonesia menjadi andalan Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam menggaet wisatawan Mancanegara ke Indonesia.

Pasalnya, menurut Arief, ada tiga besar maskapai yang sering digunakan oleh wisatawan mancanegara ke Indonesia yakni AirAsia, Lion Air dan Garuda Indonesia.

"Kita harus akui AirAsia group 25 persen, Lion Air 15 persen dan yang ketiga itu baru Garuda Indonesia sebesar 13 persen," kata Arief saar berkunjung ke Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (21/3/2019).

Posisi Air Asia tersebut, didukung juga dengan peningkatan dari sisi sheet capacity, ketimbang dua maskapai pesaingnya, Lion Air dan Garuda Indonesia.

"Dari sisi sheet capacity Air Asia terbesar 22 persen Lebih Air 17 persen. Kalau Garuda kita lihat memang landai-landai saja, tapi masih baik," sambung Arief.

Menurutnya, angka tersebut didapatkan dari program-program yang diberikan tiap maskapai untuk menarik jumlah pengguna serta, fasilitas yang diberikan.

"Disini tentu kita harapkan, awal tahun yang melemah dalam hal traffic penumpang ini harus bisa kembali naik. Selain dengan kehadiran LCCT pada Mei mendatang, tapi juga adanya program-program khusus, seperti potongan harga," terang menteri.

Lebih lanjut, Kementerian Pariwisata juga memasang target 20 juta wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia pada tahun 2019.

Untuk itu Arief meminta adanya terminal khusus penerbangan bertarif murah atau Low Cost Carrier Terminal (LCCT) di Bandara Soekarno-Hatta.

Arief meminta terminal tersebut tersedia pada bulan Mei 2019 saat mendekati lebaran.

Pengertian LCCT sendiri adalah terminal bandar udara khusus yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan maskapai penerbangan berbiaya rendah.

"Saat ini, memang kita sedang kejar target peningkatan wisman untuk meningkatkan devisa juga. Makanya, Kemenpar sudah berbicara dengan pak Presiden terkait beberapa terobosan salah satunya, kehadiran LCCT dan akhirnya, disetujui oleh Presiden yang mana lokasi pertama akan ada di Bandara Soekarno Hatta," jelas Arief.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhamad Awaluddin mengatakan, terkait dengan persiapan LCCT tersebut telah mencapai 70 persen di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.

Sikap Lion Air dan Garuda Indonesia Kemenhub Larang Sementara Maskapai Terbangkan Boeing 737 Max 8

VIDEO Pemeriksaan Boeing 737 Max 8 Milik Garuda Indonesia dan Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta

Bahkan, beberapa maskapai sudah mulai masuk ke Indonesia untuk penerbangan berbiaya rendah tersebut.

"LCCT ini adalah konsep dan strategi baru yang mendorong forum tourism arrival. Maskapai yang bergabung sudah ada beberapa yakni, maskapai dari China dan India yang akan bergabung," kata dia.

Ia menambahkan, di Terminal 2F sedang dalam pengerjaan dan dan masih dalam target.

"Jadi secara teknis tidak terlalu berbeda hanya pengalokasian parkir stand atau contacts stand dari maskapai khusus yang low cost carrier itu ke Terminal 2F," tutur Awaluddin.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved