Merantau Kerja ke Jakarta, Rafael Kehabisan Ongkos Hingga Nekat Jambret Handphone

Pelaku yang baru tiba di Jakarta dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, nekat menjambret handphone seorang bocah

Merantau Kerja ke Jakarta, Rafael Kehabisan Ongkos Hingga Nekat Jambret Handphone
Istimewa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - Rafael Saragih (25), harus mengubur dalam-dalam niatnya mengais rezeki di Ibu Kota Jakarta usai diringkus Polisi pada Kamis (21/3/2019) kemarin.

Pelaku yang baru tiba di Jakarta dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, nekat menjambret handphone seorang bocah di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tol Cijago, Cimanggis, Kota Depok.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan menjelaskan, pelaku datang ke Jakarta untuk bekerja menjadi tukang bangunan di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Ketika di kawasan Pasar Rebo, pelaku sempat beristirahat di sebuah taman dan tertidur pulas.

Namun, ketika tersadar dari tidurnya Rafael mendapati harta bendanya seperti tas berisi pakaian, dompet, serta handphone telah raib dari genggamannya.

"Usai harta bendanya hilang, selama dua hari pelaku mencari alamat tempat bekerjanya namun kehabisan ongkos, dan istirahat di JPO Tol Cijago," ucap Deddy pada TribunJakarta.com, Jumat (22/3/2019).

Ketika di JPO Tol Cijago itulah, pelaku melihat korban berinisial ZD yang masih berusia 11 tahun, tengah bermain bersama temannya sambil mengeluarkan satu unit handphone xiaom berwarna hitam.

Kegiatan Seni dan Budaya di RPTRA Kalijodo Gratis dan Diajarkan Pengajar Terpilih

Yahya Tak Segan Tegur Orang yang Kerap Buang Sampah Sembarangan

Suka Duka Penjual Air Bersih, Kerap Diutangi Warga Hingga Tempuh Jarak yang Jauh

"Spontan pelaku langsung mendatangi korban dan mengambil handphonenya, pelaku langsung kabur kemudian korban berteriak meminta pertolongan warga yang langsung mengejar pelaku hingga akhirnya tertangkap dan dihakimi massa," tandasnya.

Akibat perbuatannya, Rafael terancam dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.

"Pelaku kami jerat Pasal 362 KUHP, dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun lamanya," ujar Deddy.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved