Ojek Daring yang Jemput Penumpang MRT Tepat di Pintu Masuk akan Dikenakan Sanksi

Hal ini dilakukan sebagai upaya MRT memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan mengubah cara bertransportasi.

Ojek Daring yang Jemput Penumpang MRT Tepat di Pintu Masuk akan Dikenakan Sanksi
TribunJakarta.com/Leo Permana
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P Sabandar saat ditemui di Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Moda transportasi cepat untuk masyarakat Jakarta sebentar lagi resmi beroperasi.

PT MRT Jakarta merencanakan rute Bundaran HI - Lebak Bulus akan segera beroperasi Senin, 25 Maret 2019.

Menurut Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar, MRT bukan hanya sebuah moda transportasi modern yang akan mengurai kemacetan namun juga berperan sebagai wadah bertemunya semua kalangan warga (Melting Pot) untuk membangun budaya baru Jakarta yang teratur, disiplin, dan tertib.

Setiap stasiun MRT memiliki titik drop poin untuk semua kendaraan yang mengantar maupun menjemput penumpang sejauh 200 meter dari pintu masuk stasiun.

Hal ini sebagai upaya untuk mengubah kebiasaan bahwa di setiap stasiun selalu macet akibat antar jemput penumpang sembarangan.

Peringati Hari Air Sedunia, Sudin LH Jakbar Akan Buat 1.066 Titik Lubang Biopori

Motornya Tersenggol Bus Transjakarta, Pengemudi Ojol Lakukan Pengrusakan

Tanggapi Sorotan Leonardo Dicaprio Soal Sampah di Bantar Gebang, Begini Respon Anies Baswedan

Dari drop poin tersebut, penumpang bisa berjalan kaki sekitar 200 meter ke stasiun.

"Suasana yang ingin kita terapkan di MRT adalah suasana nyaman untuk orang berjalan. Anda berkontribusi untuk kota yang lebih baik, dengan berjalan kaki ke stasiun MRT agar kawasan di sekitar stasiun itu tidak ruwet dan kita berkontribusi perubahan kota," tutur William Sabandar, Jumat (22/3/2019).

Jika nantinya masih ditemukan para ojek daring yang tetap melakukan penjemputan maupun mengantar penumpang tepat di pintu masuk stasiun akan dikenakan sanksi.

Hal ini dilakukan sebagai upaya MRT memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan mengubah cara bertransportasi.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved