Serunya Berburu Barang Antik di Jalan Surabaya Menteng

Begitu masuk ke Jalan Surabaya, ratusan kios menyambut dengan pesona klasiknya. Beragam barang antik nan unik tampak dipajang di kios-kios itu.

Tayang:
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erlina Fury Santika
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Suana di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat tampak berjejer kios penjual barang antik yang telah tersohor sejak tahun 70-an, Jumat (22/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Sejak tahun 70-an, Jalan Surabaya selalu identik dengan pasar barang antik.

Kini, jalan yang berada tak jauh dari Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat ini telah menjadi destinasi wisata, khususnya bagi wisatawan mancanegara.

TribunJakarta.com siang ini berkunjung ke Jalan Surabaya, melihat deretan barang antik yang dijual di sepanjang jalan tersebut.

Begitu masuk ke Jalan Surabaya, ratusan kios menyambut dengan pesona klasiknya. Beragam barang antik nan unik tampak dipajang di kios-kios sepanjang jalan tersebut.

Suana di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat tampak berjejer kios penjual barang antik yang telah tersohor sejak tahun 70-an, Jumat (22/3/2019).
Suana di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat tampak berjejer kios penjual barang antik yang telah tersohor sejak tahun 70-an, Jumat (22/3/2019). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Mulai dari patung, guci, lukisan, beragam lampu dinding, sendok dan piring antik hingga pajangan-pajangan antik semua ada di kios-kios berukuran 2x3 meter itu.

Harganya barang antik itupun variatif, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Sejumlah pemilik kios pun tampak sibuk melayani beberapa orang calon pembeli di depan kios milik mereka.

Sebagian lagi ada yang sibuk membersihkan barang-barang antik koleksi mereka.

Maklum, kios yang berada tepat di pinggir jalan membuat koleksi benda-benda antik mereka mudah kotor.

Nasib Empat Anak Rantau dari Bandung: Penarik Delman, Jarang Makan hingga Tidur Dekat Kandang Kuda

Jualan Telur Gulung di Pasar Baru, Pedagang: Bule-Bule pada Doyan

Tak hanya itu, beberapa barang antik pun tampak sedang di perbaiki oleh sang pemilik toko agar terlihat seperti baru lagi.

Rata-rata para penjual barang antik di Jalan Surabaya sudah menggelar barang dagangan mereka sejak puluhan tahun lalu.

Benny Panggabean salah satunya, ia mengaku sudah lebih dari 20 tahun berjualan barang antik di Jalan Surabaya ini.

"Saya sendiri sudah lebih dari 20 tahun, awalnya bapak saya, lalu turun ke saya," ucapnya saat ditemui TribunJakarta.com, Jumat (22/3/2019).

Suana di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat tampak berjejer kios penjual barang antik yang telah tersohor sejak tahun 70-an, Jumat (22/3/2019).
Suana di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat tampak berjejer kios penjual barang antik yang telah tersohor sejak tahun 70-an, Jumat (22/3/2019). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Dikatakan Benny, para penjual barang antik di Jalan Surabaya dulu menggelar barang dagangan mereka diatas trotoar menggunakan tikar dan gerobak-gerobak.

"Sekarang sih sudah enak, kalau dulu masih pakai gerobak-gerobak saja, ada juga yang menggelar tikar buat jualan" ujarnya.

Ia mengatakan, kini pembeli barang antik di Jalan Surabaya lebih didominasi oleh para turis mancanegara.

"Sekarang kebanyakan yang datang itu turis, mereka lebih senang mencari suvenir antik daripada barang antik," kata Benny.

Menurutnya, suvenir antik merupakan benda tua berumur puluhan tahun tapi tidak memiliki nilai sejarah, berbeda dengan barang antik yang kental dengan nilai sejarah.

"Semakin memiliki nilai sejarah, barang antik biasanya semakin mahal. Kalau benda berumur puluhan tahun tapi enggak punya nilai sejarah apa-apa itu biasanya murah," ucapnya.

"Paling Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu saja," tambahnya.

Sementara itu, ia menyebut, pembeli lokal kini jauh menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Dulu banyak langganan saya itu ibu-ibu Pondok Indah, kontraktor, anggota DPR-MPR. Tapi enggak tau sekarang mereka kemana, sudah jarang banget datang," ujarnya.

Hal ini pun menyebabkan pendapatan para penjual barang antik terus menurun dibanding sebelumnya.

Untuk itu, Benny berharap, pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera bertindak untuk meningkatkan jumlah pengunjung baik lokal maupun mancanegara.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved