Tanggapi Sorotan Leonardo Dicaprio Soal Sampah di Bantar Gebang, Begini Respon Anies Baswedan

Penumpukan sampah di Bantar Gebang, menurut Anies sudah menjadi hal yang biasa

Tanggapi Sorotan Leonardo Dicaprio Soal Sampah di Bantar Gebang, Begini Respon Anies Baswedan
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Anies Baswedan 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi sorotan aktor Leonardo Dicaprio mengenai sampah di TPST Bantar Gebang.

Anies menilai bahwa penumpukan sampah tersebut bukanlah hal yang baru.

"Memang iya menumpuk. Itu semua barang yang sudah semua orang tahu, jadi dia tidak menemukan barang yang baru. Itu barang yang kita semua tahu. Sudah terjadi bertahun-tahun. Karena itu kenapa kita bangun ITF," kata Anies, Jumat (22/3/2019).

Penumpukan sampah di Bantar Gebang, menurut Anies sudah menjadi hal yang biasa. Karena itu sebagai seorang Gubernur DKI Jakarta ia pun mengaku sudah menyiapkan solusi untuk mengatasi hal tersebut.

Salah satunya dengan pembangunan satu buah tempat pengolahan sampah dalam kota pembangkit listrik yakni Intermediate Treatment Facility (ITF) di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Menurut Anies, ITF nantinya akan dibangun di tiga sampai empat tempat.

"Yang kita lakukan sekarang adalah membangun ITF, sudah bangun satu nih dalam proses. Kita insya Allah akan bangun tiga sampai empat lagi. Sesudah itu terbangun maka sampah kita akan diolah jadi energi," ujarnya.

Anies enggan menjabarkan secara pasti mengenai lokasi pembangunan tempat pengolahan sampah tersebut. Sebab, menurut mantan Mendikbud ini pihaknya masih membutuhkan kajian lantaran hal ini terkait dengan tata ruang wilayah DKI Jakarta

"Gak diumumkan sekarang. Karena ini menyangkut tata ruang kita," ungkapnya.

Sebagai informasi, sebelumnya aktor Leonardo Di Caprio dalam akun instagramnya, memposting ulang sebuah unggahan dari akun @everydayclimatechange yang menyoroti tentang kekhawatiran keadaan alam.

Dalam postingannya yang dipublish pada tanggal 15 Maret tersebut, Leonardo tampak khawatir dengan kondisi Bantargebang akibat gunung sampah.

Indra SJafri Ungkap Penyebab Kekalahan Telak Timnas Indonesia U-23 dari Thailand

VIDEO Restoran Republik Jengkol yang Telah 7 Tahun Eksis

Polresta Bandara Soekarno-Hatta Tangkap Pria yang Mengaku Sebagai Pilot Garuda Indonesia

Ia pun mengatakan bahwa Indonesia, menjadi negara terbesar kedua di dunia yang tercemar sampah plastik setelah Cina.

"Beberapa pria, dari desa Cikiwul, menangkap ikan di perairan berlumpur yang sangat tercemar yang merembes dari zona pembuangan terbesar Bantargebang. TPA Bantargebang menerima limbah sekitar 15 juta orang yang tinggal di Jakarta. Pemulung membutuhkan sampah untuk mencari nafkah dan masyarakat Indonesia membutuhkan pemulung untuk mendaur ulang semua bahan yang mungkin akan dibuang begitu saja," kata Leonardo dalam akun instagramnya tanggal 15 Maret 2019 lalu.

"Indonesia, berada di peringkat pencemar plastik terbesar kedua di dunia setelah Cina, dengan laporan menunjukkan bahwa negara itu menghasilkan 187,2 juta ton sampah plastik setiap tahun yang lebih dari 1 juta ton bocor ke laut," ungkapnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved