Mafia Bola

Joko Driyono Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Hendro Pandowo juga menjelaskan, penahanan Jokdri telah memenuhi syarat karena diduga melanggar pasal ancaman yang hukumannya 7 tahun masa kurungan

Joko Driyono Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara
Tribunnews/Jeprima
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – Eks Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono hari ini, Senin (25/3/2019) resmi ditahan terkait kasus perusakan atau penghilangan barang bukti pengaturan skor sepakbola Indonesia.

Joko Driyono ditahan dengan pasal 363, 235, 233, 221 Juncto 55 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang garis polisi.

“Ini semua keterkaitan dengan laporan pertama Bu Lasmi (eks manajer Persibara). (Jokdri) Ditahan di rutan Polda Metro Jaya. Mulai 25 Maret sampai 13 April. 20 hari kedepan,” kata Kepala Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo, Senin (25/3/2019).

Hendro Pandowo juga menjelaskan, penahanan Jokdri telah memenuhi syarat karena diduga melanggar pasal ancaman yang hukumannya 7 tahun masa kurungan.

“Ancaman 7 tahun penjara. Pencekalan 6 bulan dan belum habis. Sehingga cukup lakukan penahanan,” ujarnya.

Hadapi Kalteng Putra, Ivan Kolev Harap 3 Pemain Persija Jakarta di Timnas Indonesia Bisa Bermain

Marko Simic Rindu Persija Jakarta dan The Jakmania: Pajang Foto dan Video Gol ke Gawang Mitra Kukar

Kepala Satgas Antimafia Bola Beberkan Alasan Penahanan Joko Driyono

Terjaringnya nama Joko Driyono pada pusaran kasus pengaturan skor berawal ketika penyidik melakukan penggeledahan pada tanggal 31 Januari dalam rangka kelengkapan berkas karena dari laporan Lasmi.

Ketika, Satgas Antimafia Bola menggeledah kantor Komdis pada 31 Januari dengan mencari barang bukti untuk kelengkapan berkas, namun keesokan harinya kantor komdis yang telah diberi garis polisi ternyata ada perusakan barang bukti.

Dari kasus tersebut, Satgas Antimafia Bola menetapkan tiga tersangka salah satunya sopir pribadi Joko Driyono. Dan dari pemeriksaan lanjutan, Satgas Antimafia Bola pun lalu menetapkan Joko Driyono sebagai tersangka.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved