Mafia Bola

Kepala Satgas Antimafia Bola Beberkan Alasan Penahanan Joko Driyono

penahanan Joko Driyono telah melewati beberapa proses pemeriksaan mulai dari status hanya sebagai saksi hingga akhirnya tersangka

Kepala Satgas Antimafia Bola Beberkan Alasan Penahanan Joko Driyono
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono tersenyum setelah diperiksa selama 11 jam oleh tim Satgas Antimafia Bola di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kamis (24/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – Kepala Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo menjelaskan perihal penahanan mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

Kepastian itu ia sampaikan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/3/2019).

“Kepada saudara JD (Joko Driyono) kita tahan dengan pasal 363,235,233 221 Juncto 55 KUHP. Namun ingat dalam penahanan JD ada keterkaitan yang sudah saya sampaikan tadi, ada satu tersangka yang menduduki jabatan komdis yang perlu kita lengkapi berkasnya dengan dokumen yang ada di kantor komdis,” katanya.

“Sehingga ketika kita butuhkan dan kita cari ternyata ada pengrusakan. Sehingga meskipun kita tahan dasarnya pengrusakan tadi ada keterkaitan match fixing,” kata Hendro Pandowo.

Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono Ditahan Satgas Antimafia Bola

Babak Pertama Timnas Indonesia Vs Myanmar: Tim Garuda Unggul 1-0

Hendro Pandowo juga menjelaskan, penahanan Joko Driyono telah melewati beberapa proses pemeriksaan mulai dari status hanya sebagai saksi hingga akhirnya tersangka.

 “Pertimbangannya ada beberapa kali pemeriksaan karena saudara JD tidak langsung periksa tersangka tp saksi. Ketika kita periksa sebagai tersangka perlu pendalaman dan menggali info yg kita perlu dari JD sehingga pada hari ini tuntas maka kita lakukan penahanan,” jelasnya.

Seperti diketahui, sejak satgas dibentuk pada 21 Desember 2018 hingga saat ini, Satgas bentukan Polri tersebut sudah sudah menangani 5 laporan ditetapkan 16 tersangka.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved