Pilot Project PLTSa Bantar Gebang Resmi Beroperasi

"Sekarang kita percepat (pembangunan PLTSa), ini adalah lokal konten, buatan anak-anak bangsa," kata Luhut.

Pilot Project PLTSa Bantar Gebang Resmi Beroperasi
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Peresmian Pilot Project PLTSa Bantar Gebang oleh Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Ristek Dikti Mohamad Nasir beserta pejabat pemerintah dari DKI Jakarta dan Wali Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTAR GEBANG - Bandan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantar Gebang, Senin, (25/3/2019).

PLTsa diresmikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir, serta Kepala BPPT Hammam Riza.

Dalam sambutannya, Luhut mengatakan, saat ini Indonesia sedang darurat sampah, kehadiran PLTSa ini adalah langkah pemerintah untuk mengatasi masalah sampah yang saat ini telah menjadi masalah nasional.

Hadir di Acara Ruben Onsu, Ini Beda Kesibukan Nagita Slavina dan Ayu Ting Ting

"Sekarang kita percepat (pembangunan PLTSa), ini adalah lokal konten, buatan anak-anak bangsa," kata Luhut.

Setiap hari di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang menampung tidak kurang 750 ribu ton sampah per hari. Data dari Pemprov DKI Jakarta kata Luhut, pada 2021, tempat pembuangan akhir sampah ini penuh dan sulit mencari lahan lagi untuk perluasan.

"Jadi kalau sekarang bisa, ya kita harus segerakan, 2021 (TPST Bantar Gebang) sudah selesai, kita lihat dari segi positif, saya percaya anak bangsa bisa," jelas dia.

Sementara itu, kepala BPPT Hammam Riza, mengatakan, PLTSa ini merupakan terobosan bagi dibidang teknologi pengolahan sampah. Setelah beroperasinya PLTSa ini, kedepan akan bisa diadopsi daerah lain untuk mengolah sampahnya menjadi tenaga listrik.

Tips Santap Korean Barbeque Agar Lebih Nikmat di Lidah

"Kita dengan bangga berinama PLTSa ini PLTSa Merah Putih, karena ini jadi teknologi pengolahan sampah yang diubah menjadi tenaga listrik satu-satunya di Indonesia sebagai Pilot Project," kata Hammam.

Kapasitas PLTSa ini kata Hammam mampu mengolah sampah sebanyak 100 ton per hari. Adapun dari proses produksi pengolahan sampah itu, PLTSa mampu menghasilakn 750 kilowatt per jam.

"Sementara hasil pengolahan sampah yang telah dirubah menjadi listrik ini kita gunakan untuk kebutuhan listrik internal," ungkapnya.

Peresemian PLTSa Bantar Gebang selanjutnya diikuti dengan peninjauan langsung Menko Luhut, serta Menteri Ristek Dikti Mohamad Nasir.

Acara tersebut juga dihadiri penjabat Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Yusmada Faizal mewakili Gubernur DKI Anies Baswedan yang tidak dapat hadir dalam peremsian tersebut.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved