Pemilik Indekos di Lebak Bulus Belum Rasakan Kenaikan Penghasilan Terkait Beroperasinya MRT

Pemilik indekos, Romli, yang memiliki enam kamar mengatakan tidak berpengaruh dengan adanya keberadaan MRT di dekat kosannya.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana indekos di Lebak Bulus pada Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) kini bisa dinikmati oleh masyarakat Ibu Kota dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI.

Dibukanya Stasiun MRT yang sekaligus Depo kereta di Lebak Bulus itu, tidak berdampak pada perkembangan indekos di sekitar lokasi tersebut.

TribunJakarta.com mencoba untuk menanyakan seberapa besar minat penyewa kepada pemilik kosan serta ingar bingar sekitaran area kos-kosan khususnya di dua RT dan RW berbeda.

Hasilnya, tak banyak yang merasakan penambahan penghasilan dengan kehadiran MRT di sekitar lokasi kos-kosan.

Tak sedikit pemilik kosan memberikan respon biasa saja dengan adanya MRT di sekitar lokasi kos-kosannya.

Pemilik indekos, Romli, yang memiliki enam kamar mengatakan tidak berpengaruh dengan adanya keberadaan MRT di dekat kosannya.

"Adanya MRT ini yang saya rasakan enggak begitu berpengaruh untuk saat ini, ya. Kosan saya juga sudah terisi semua sejak lama. Tarif sewa pun enggak berubah masih sama," ujarnya kepada TribunJakarta.com di RT 010 RW 007 Kelurahan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (26/3/2019).

Namun, Pemilik kosan di RT 009 RW 002, Amelia, mengatakan tak sedikit para penyewa yang hendak menanyakan kamar.

Tapi ia belum ada rencana untuk menaikkan tarif sewa dalam waktu dekat.

"Kalau saya lihat sih sama saja ya. Untuk harga juga enggak saya naikin. Masih sama. Cuma memang agak banyak yang menanyakan kamar kosong atau enggak. Kebetulan memang sudah penuh semua," ujarnya.

Tangan Nyaris Putus Diserang Gangster, Warga Minta Polisi Usut Kasus Penyerangan di Jalan Kartini

Banyak Warga Masih Tak Paham Cara Daftar Melalui Website MRT

11 Pelajar SMP di Jakarta Utara Diduga Terlibat dalam Video Viral Murid Sawer Guru

Pemilik kos-kosan lainnya, Kokom mengungkapkan malahan tak berpengaruh dengan adanya MRT untuk saat ini.

Pasalnya, empat kamar indekosnya masih kosong.

"Kosong semua kamar kos-kosan saya, belum ada yang nyewa. Ini saja saya nyambi kerja buka warung. Kalau andelin kos-kosan aja enggak cukup," tuturnya.

Ia melanjutkan tak adanya penyewa yang datang menanyakan kamar lantaran tak adanya akses jalan dari permukimannya langsung menuju MRT atau jalan raya.

Ketua RT 009 RW 002, Husni, juga mengakui tak adanya akses dari area permukimannya menuju MRT menjadi faktor kurangnya minat warga menyewa kos-kosan.

Pasalnya, warga harus memutar agak jauh untuk menuju jalan raya.

"Itu menjadi faktornya. Memang enggak ramai di sekitar sini. Kos-kosan saya juga sepi enggak ada yang nyewa malah," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved