20 tahun Jadi Atlet Ski Air, Surdinsya Berhasil Kumpulkan 90 Medali

Terjun menjadi Atlet sejak usia belasan tahun, Udin merasa bangga ketika bisa ikut bertanding di luar negeri dan bertemu atlit profesional lainnya.

20 tahun Jadi Atlet Ski Air, Surdinsya Berhasil Kumpulkan 90 Medali
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Surdinsya (32) merupakan satu diantara dua pemilik Black Bonny Cafe di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Surdinsya (32) merupakan soerang atlet Ski Air yang sudah terjun sejak tahun 1999.

Total 90-an medali sudah berhasil diraih pria yang akrab disapa Udin tersebut.

Puluhan Medali yang ia raih pun sengaja ia pajang di cafe yang dirintisnya sejak akhir 2018 lalu.

Udin bercerita sempat ikut Asian Games 2018 lalu namun belum bisa meraih gelar juara.

Meski begitu ia sempat meraih gelar juara satu saat Malaysia Open 2015 lalu.

"Pengalaman, saya pernah ikut Malaysia Open dan dapat juara satu, pernah juga ikut World Cup di Korea, sekarang lagi persiapan untuk Kasal Cup, Pra PON dan PON dan Sea Games di Filipina," kata Udin.

Terjun menjadi Atlet sejak usia belasan tahun, Udin merasa bangga ketika bisa ikut bertanding di luar negeri dan bertemu atlit profesional lainnya.

"Pengalaman bahagia, ketemu pemain pro dunia dan bisa tanding ke luar negeri," cerita dia.

Sebagai seorang Atlet, Udin berharap agar fasilitas untuk para atlet dapat dibuat lebih baik lagi dari sebelumnya.

"Harapan kedepannya sebagai atlit, sekarang sih fasilitas sudah bagus dibanding tahun sebelumnya, tapi inginnya prasarana dan sarananya lebih dibuat bagus lagi aja," kata dia.

Viral Foto Sejumlah Penumpang Mulai Tertib Naik Eskalator dan Antre Masuk MRT Jakarta

Untuk itu, Udin yang berlatih di Danau Sunter berharap kedepannya danau tersebut bisa dipakai sepanjang waktu untuk latihan.

Karena sementara ini, Udin dan teman-temannya yang lain latihan sejak pagi hingga sore hari saja. Ia pun menginginkan agar bisa berlatih saat malam.

"Danau sunter semakin bersih buat latihan, sudah mendukung dan makin rapi, kalau bisa dikasih lampu tembak supaya bisa latihan dan tanding malam. Karena gelap sekali disini. Karena di luar negeri juga banyak yang manfaatkan waktu malam juga buat latihan," cerita dia.

Diakuinya olahraga ski air tidak terlalu dikenal seperti sepak bola. Meski begitu, ia terus berharap agar selalu ada bibit-bit atlet Ski Air yang terus lahir dan bisa membanggakan Indonesia.

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved