Breaking News:

Harga Love Bird Jadi Murah di Pasar Hewan Jatinegara

Harga burung ini sempat tinggi beberapa tahun lalu, satu diantaranya di Pasar Hewan Jatinegara, Jakarta Timur.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Penjualan Love Bird di Pasar Hewan Jatinegara, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Harga Love Bird di Pasar Hewan Jatinegara, Jakarta Timur alami penurunan.

Love Bird atau burung cinta ini merupakan jenis burung spesies Agapornis yang biasanya berukuran 13 cm sampai 17 cm.

Sebab Love Bird merupakan burung yang kecil.

Harga burung ini sempat tinggi beberapa tahun lalu, satu diantaranya di Pasar Hewan Jatinegara, Jakarta Timur.

Harga Love Bird di pasar ini sempat sampai jutaan, namun sekarang justru hanya ratusan bahkan puluhan ribu.

Hal ini diungkapkan Mul (42) seorang pedagang Love Bird.

Penjualan Love Bird di Pasar Hewan Jatinegara, Jakarta Timur
Penjualan Love Bird di Pasar Hewan Jatinegara, Jakarta Timur (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

"Sekarang di pasar ini sudah tidak ada lagi yang jual jutaan. Harganya jatuh semua. Bahkan yang paling murah bisa cuma Rp 50 ribu," katanya, Rabu (27/3/2019).

Mul mengatakan, dulu dirinya bisa mengambil untung hingga Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu, sekarang dirinya hanya bisa ambil keuntungan Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu.

"Dulu saya misalkan beli Love Bird di Pramuka Rp 250 ribu, saya jual di sini Rp 350 ribu. Kalau sekarang saya belanja juga sudah murah dan lakunya susah. Saya ambil untung Rp 25 ribu saja itu ibaratnya untuk makan Love Bird itu selama belum laku terjual," sambungnya.

Hal senada juga diungkapkan pedagang burung lainnya, Yanto.

"Parah melemahnya. Penjualannya susah. Memang burung ini sudah murah. Sampai warna yang jarang saja seperti warna campuran cuma laku Rp 250 ribu. Padahal dulu saya bisa jual diatas Rp 800 ribu," jelasnya.

Selain penjualan Love Bird, jenis unggas lainnya di pasar ini juga mengalami penurunan.

Penurunan ini terjadi karena banyaknya peternak burung.

"Ini sudah banyak peternak burung, apalagi Love Bird. Jadi mereka menjatuhkan harga pasar. Seperti berlomba-lomba menjual dengan harga murah," kata Yanto.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved