Sampaikan Aspirasi, Masyarakat Jakarta Bisa Manfaatkan 12 Kanal Pengaduan Pemprov DKI

12 kanal pengaduan resmi Pemprov DKI Jakarta seperti aplikasi Qlue, SMS, Twitter, Facebook, Email, dan lain-lain

Sampaikan Aspirasi, Masyarakat Jakarta Bisa Manfaatkan 12 Kanal Pengaduan Pemprov DKI
ISTIMEWA/Youtobe
Aplikasi Qlue menjembatani keluhan atau masukan warga Jakarta tentang kondisi sekitarnya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berinovasi mengembangkan berbagai program yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Kepala Bagian Kepegawaian, Tatalaksana dan Pelayanan Publik Jakarta Utara, Yuni Wijayanti mengatakan, masyarakat juga akan dilibatkan dalam membangun kota Jakarta dengan cara memberikan masukan atau aspirasi kepada pemerintah daerah untuk peningkatan pelayanan masyarakat.

Penyampaian aspirasi masyarakat dilakukan melalui 12 kanal pengaduan resmi Pemprov DKI Jakarta seperti aplikasi Qlue, SMS, Twitter, Facebook, Email, dan lain-lain.

"Sebelumnya ada 8 kanal dan sekarang bertambah menjadi 12. Masyarakat tinggal memilih mau melaporkan permasalahannya melalui kanal yang mana atau bisa datang langsung ke Posko Pelayanan Pengaduan di Kantor Kecamatan setiap hari Sabtu mulai Pukul 08.00-11.00 WIB. Di awal April mendatang, pelayanan pengaduan masyarakat juga dibuka di Kantor Kelurahan setiap hari Minggu mulai Pukul 09.00-11.00 WIB," ujar Yuni Wijayanti di Aula Kantor Camat Koja, Rabu (27/3/2019).

Namun, ia mengatakan tidak semua permasalahan bisa tertangani di tingkat kelurahan dan kecamatan sehingga harus berkordinasi dengan instnasi terkait untuk penyelesaiannya.

Persija Terancam Tak Diperkuat Dua Pemain Inti saat Hadapi Kalteng Putra

JAK Potret Fasilitasi Masyarakat untuk Menilai Kinerja Aparatur Pemerintahan

"Setiap ada laporan warga yang disampaikan melalui kanal pengaduan harus segera ditindak lanjuti karena itu adalah satu bentuk layanan pemerintah kepada masyarakat. Dengan adanya aplikasi CRM dapat memonitor sudah sejauh mana tindak lanjut dari kanal pengaduan yang ada," katanya.

Kritikan dan saran yang disampaikan masyarakat kepada pemerintah sebagai wujud kepedulian untuk bersama-sama membangun kota Jakarta agar kedepannya semakin lebih baik lagi.

"Pembangunan yang dilaksanakan di Jakarta tidak lepas dari adanya peran pemerintah, stakeholder dan masyarakat. Untuk menyempurnakannya, dibutuhkan kritik dan saran dari masyarakat yang sifatnya membangun bukan menjatuhkan," ujar Camat Koja, Ade Himawan.

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved