Tanggapi Kasus Murid Sawer Guru, Kadisdik DKI: Perlu Dipanggil dan Dididik

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono menuturkan, kenakalan para pelajar tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab semua pihak.

Tanggapi Kasus Murid Sawer Guru, Kadisdik DKI: Perlu Dipanggil dan Dididik
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
SMP Maha Prajna di Cilincing, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono buka suara terkait video viral murid sawer guru di SMP Maha Prajna, Cilincing, Jakarta Utara.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono menuturkan, kenakalan para pelajar tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab semua pihak.

Tak hanya para guru, perikaku para murid tersebut mestinya mulai terbentuk dari rumah, oleh bimbingan orang tua.

"Pendidikan bentuk karakter anak jadi sopan, santun, beretika tapi apabila masih ada anak yang punya perilaku yang belum seperti diharapkan, itu tanggung jawab kita semua," kata Ratiyono, Rabu (27/3/2019).

Menurut Ratiyono, para murid yang nakal mesti mendapatkan perhatian khusus.

Mereka harus diberikan pelajaran supaya bisa belajar dari kesalahan yang telah mereka lakukan.

"Anak itu perlu perhatian khusus, dipanggil, dididik dan yang paling penting berubah, jangan diulangi lagi perbuatan yang tidak sepantasnya," kata Ratiyono.

Kadisdik Ratiyono berpesan, dalam menghadapi murid-murid yang terkenal nakal, guru dan orang tua harus sabar.

Meski harus mengedepankan kesabaran, guru dan orang tua juga bisa bersikap tegas dalam menghadapi anak-anaknya.

Menelusuri Rumah yang Diduga Jadi Tempat Praktik Aliran Sesat, Kondisinya Lembab dan Ada Sesajen

Perawat di Bekasi Tewas Diduga Overdosis Alcohol Swabs yang Disuntikkan Sendiri

Masuki Pekarangan Orang Lain Tanpa Izin, Hercules Divonis 8 Bulan Penjara

"Nggak usaha emosi, memang tugas guru harus penuh kasih sayang terhadap mereka. Namun ketika ada peraturan tata tertib yang harus dipenuhi ya semua harus komitmen dengan peraturan itu," ucap Ratiyono.

Diberitakan sebelumnya, 11 siswa kelas 9 SMP Maha Prajna terlibat dalam rekaman video pelecehan guru PLKJ sekolah tersebut.

Ketika melakukan aksi sawer terhadap guru tersebut, satu dari 11 pelajar itu merekam video itu dan menyebarkannya ke media sosial. Video itu tersebar dan viral di media sosial pada Jumat (27/3/2019) lalu.

Adapun 11 murid tersebut didampingi orang tua mereka sudah memberikan permintaan maaf secara resmi kepada pihak sekolah.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved