Garuda Indonesia Resmi Batalkan Pesanan 49 Unit Pesawat Boeing 737 Max 8

Ia pun menegaskan, pembatalan 49 unit Boeing 737 Max 8 tersebut bersifat permanen bukan disuspend untuk sementara.

Garuda Indonesia Resmi Batalkan Pesanan 49 Unit Pesawat Boeing 737 Max 8
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Ramp check pesawat milik Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 di Hangar GMF AeroAsia Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (12/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menyatakan, Garuda Indonesia secara resmi membatalkan pesanan sebanyak 49 unit pesawat Boeing 737 Max 8.

"Kami sendiri sudah kirim surat ke Boeing kalau kami nyatakan untuk meng-cancel 49 unit. Kami yakin dengan produk Boeing Max 8 dan karena memang Garuda pengguna Boeing dari dulu, tapi lost confidencenya itu dari pemumpang," jelas pria yang akrab disapa Ari saat ditemui dikawasan Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

Ia pun menegaskan, pembatalan 49 unit Boeing 737 Max 8 tersebut bersifat permanen bukan disuspend untuk sementara.

Lantaran, tingkat kepercayaan penumpang yang menurun drastis setelah jatuhnya dua unit keluaran boeing seri teranyar tersebut di Indonesia dan Etiopia beberapa waktu lalu.

"Bukan, awalnya kita ditahan rapi sekarang karena semua negara sudah membatalkan dan confidence penumpang sudah gak ada, yasudah kami batalkan," jelas Ari.

Diketahui, saat ini Garuda Indonesia masih mengoperasikan satu unit pesawat Boeing 737 Max 8 yang diparkir di hangar 4 GMF AeroAsia Bandara Soekarno-Hatta untuk pemeriksaan unit.

Namun, maskapai tersebut masih terbuka untuk pemesanan pesawat jenis lain untuk menutup kekosongan unit.

"Prinsipnya kami bukannya mau ganti Boeing, tapi akan cari tipe lain. Jadi mungkin mereka tawarkan boeing 737 max 10. Atau saingannya mungkin airbus 321 walau masih untuk tahun 2025 ke atas," terang Ari.

Pihak Garuda, menurut Ari, sudah mengeluarkan dana awalan untuk pemesanan Boeing 737 MAX 8.

Kebaikan Ronaldo Kepada Martunis; Turuti 3 Permintaan Hingga Kenalkan dengan Keluarga

Setiap Jumat, Kecamatan Makasar Dihiasi Stand yang Jual Buah dan Sayur Organik

Besok Pengemudi Ojek Online Akan Reuni dan Syukuran di Depan Istana Merdeka

Agar tidak membuat dana itu sia-sia menghilang, lanjut Ari, pihaknya ingin bernegosiasi dengan Boeing.

"Kita sudah bayar ke Boeing sebesar 26 juta USD untuk 50 unit dan yang masuk baru satu unit. Pasti Boeing juga tidak akan kembalikan begitu saja, makanya mereka akan negosiasi," beber Ari.

Diketahui, pihak Boeing akan menyambangi Kantor Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta mengenai pembatalan pesanan 49 unit pesawat Boeing 737 Max 8 oleh maskapai pelat merah tersebut.

Dalam negosiasi tersebut menurut Ari, pihaknya memprioritaskan untuk mencari alternatif jenis pesawat lain.

"Saya selalu bilang kita terbuka, tapi kita taruh posisi tidak akan lanjutkan order Max 8. Secara kontrak memang kita tidak bisa batalkan perjanjian sejak 2014 kalau tidak ada force major. Tapi karena ada force major dan tidak ada kepastian terbang, kembali dilihat dari sisi regulasi dan regulator saya rasa harus untuk membatalkan," tegas Ari.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved