Pemilu 2019

Spanduk Tsamara Amany Dirusak, Relawan PSI Lapor ke Bawaslu DKI

Abdurrohman menuturkan, kejadian perusakan APK bergambar Tsamara Amany terjadi pada Minggu (24/3/2019) lalu.

Spanduk Tsamara Amany Dirusak, Relawan PSI Lapor ke Bawaslu DKI
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Relawan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan adanya dugaan tindak pidana pemilu ke Bawaslu DKI Jakarta, Kamis (28/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Relawan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan adanya dugaan tindak pidana pemilu ke Bawaslu DKI Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Koordinator Tim Advokasi Pemilu Untuk Rakyat Berkeadilan (Tempur) selaku kuasa hukum relawan PSI, Abdurrohman mengatakan, dugaan tindak pidana pemilu yang dimaksud adalah perusakan alat peraga kampanye (APK) bergambar Caleg DPR RI dari PSI yaitu Tsamara Amany Alatas.

"Kami melaporkan adanya dugaan perusakan alat peraga kampanye Tsamara Amany Alatas calon legislatif dari PSI Dapil 2," kata Abdurrohman ketika melapor ke Bawaslu DKI Jakarta, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Relawan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan adanya dugaan tindak pidana pemilu ke Bawaslu DKI Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Relawan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan adanya dugaan tindak pidana pemilu ke Bawaslu DKI Jakarta, Kamis (28/3/2019). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Abdurrohman menuturkan, kejadian perusakan APK bergambar Tsamara Amany terjadi pada Minggu (24/3/2019) lalu.

APK berupa spanduk dan poster dicopot seseorang setelah dipasang di Jalan Dwiwarna, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

"Alat peraga yang dirusak itu berupa spanduk dan poster. Ada dua (APK) itu di Jalan Dwiwarna, Jakarta Pusat," kata Abdurrohman.

Pengendara Diimbau Waspada, Ada Perbaiki Jalan Berlubang di Gunung Sahari

Agung Wicaksono Sebut 750.000 Penumpang Naik Transjakarta Setiap Hari

Abdurrohman menambahkan, dalam pelaporan kali ini, pihaknya membawa serta beberapa barang bukti.

Beberapa yang menurut Abdurrohman bakal menjadi bukti kuat pelaporan adalah foto APK yang telah dicopot dan rekaman CCTV terkait kejadian pencopotan tersebut.

Adapun pelaporan ini mengacu pada Undang-undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan KPU no. 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved