Tarif Maksimal Dipatok Rp 14 Ribu, PT MRT Jakarta Optimis Angkut 65 ribu Penumpang Setiap Hari

Kamaludin menjelaskan, bahwa tarif yang telah ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, sudah melewati proses kajian yang cukup matang.

Tarif Maksimal Dipatok Rp 14 Ribu, PT MRT Jakarta Optimis Angkut 65 ribu Penumpang Setiap Hari
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kereta melintas di Stasiun MRT Fatmawati Jakarta saat uji coba publik, Selasa (12/3/2019). Mulai Selasa 12 Maret hingga 24 Maret mendatang, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I rute Bundaran HI-Lebak Bulus melakukan uji coba gratis untuk warga yang sudah melakukan pendaftaran. Selama uji coba, diperkirakan kereta bakal mengangkut sebanyak 285.600 penumpang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan besaran tarif maksimal Moda Raya Terpadu (MRT) DKI Jakarta sebesar Rp 14 ribu dari Stasiun Bundaran HI ke Lebak Bulus.

Meski menuai penolakan dari beberapa pihak karena dinilai kemahalan, PT MRT Jakarta optimis bahwa moda transportasi baru ini bisa mengangkut banyak penumpang setiap harinya.

"Mengenai tarif ini, sebenarnya sudah berdasarkan studi. Ada kajiannya, kajian independen dan cukup profesional yang bisa mengestimasi penumpang kami akan mencapai target, dan ini juga sudah direview juga bersama dewan transportasi kota jakarta (DKTJ)," kata Corsec PT MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin saat dikonfirmasi Kamis (28/3/2019).

Kamaludin menjelaskan, bahwa tarif yang telah ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, sudah melewati proses kajian yang cukup matang.

Ia pun yakin jika MRT Jakarta bisa mengangkut 65 ribu penumpang setiap harinya ketika sudah beroperasi secara komersial mulai 1 April 2019 mendatang.

Keyakinan ini, dikatakan Kamaludin mengingat antusiasme masyarakat dalam menyambut hadirnya MRT Jakarta. Ia pun menyebut bahwa respon masyarakat begitu positif saat ujicoba beberapa pekan terakhir.

"Kami masih optimis berdasarkan dari uji coba sebelumnya, kemudian setelah operasional jumlah passanger kami itu sudah 71 ribu penumpang per hari. Setiap harinya kami lihat ada peningkatan," katanya.

Perlu diketahui, sebelumnya sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta masih keberatan dengan keputusan tarif maksimal MRT Jakarta yang dipatok mencapai Rp 14 ribu.

Besaran tersebut, dinilai masih terlalu mahal untuk masyarakat DKI. Apalagi mengingat APBD yang dimiliki DKI Jakarta cukup besar.

"Kalau saya malah mau gratis, ayo kita hitung (APBD). Gak ada urusannya tarif murah sama pemilihan umum. Habis pemilihan umum pun, kalau perlu tarifnya murah. Sehingga bisa dijangkau oleh masyarakat. Percuma juga kalau tarifnya mahal, misalnya Rp 30 ribu, ini kan tarifnya Rp 14 ribu pulang-pergi Rp 28 ribu maksimal. Menurut saya masih mahal, tanya aja sama masyarakat," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M.Taufik Rabu (27/3/2019).

Keputusan Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dalam menandatangani besaran tarif tersebut juga mendapat penolakan dari Ketua Fraksi NasDem DKI Jakarta Bestari Barus.

Pasalnya, menurut Bestari Barus dalam rapimgab beberapa waktu lalu, MRT Jakarta dikhawatirkan hanya akan menjadi kendaraan umum bagi kalangan atas saja yang sudah memiliki kendaraan roda empat jika harganya dibandrol Rp 14 ribu maksimal.

Sedangkan untuk pemilik kendaraan roda dua, dinilai terlalu berat jika harus membayar Rp 28 ribu untuk bolak balik pakai MRT. Bestari menilai, bahwa pengguna roda dua tentu lebih hemat jika mengeluarkan biaya satu liter bensin untuk pergi dan pulang ke kantor dibanding besaran tarif tersebut.

"Kami dari Fraksi NasDem tidak pernah memberikan persetujuan atau kewenangan kepada ketua DPRD untuk bersepakat seorang diri dengan gubernur. Artinya kalau bisa saya katakan perubahan dari Rp 8.500 menjadi lebih dari Rp 8.500, tidak sah. Keputusannya bukan di tangan ketua DPRD dan Gubernur. Harus melalui rapat resmi. Iya kalau nggak ngapain rapat resmi kemarin," kata Bestari.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved