Terungkap Daftar Tarif Dugaan Jual Beli Jabatan di Kemenag Jabar; Mulai Rp 10 Juta-Rp 500 Juta

Disebutkan pula, jika kepala kemenag kota/kabupaten ingin dirotasi, mereka mesti bayar Rp 50-100 juta.

Terungkap Daftar Tarif Dugaan Jual Beli Jabatan di Kemenag Jabar; Mulai Rp 10 Juta-Rp 500 Juta
Tribunjabar.id
Jual-beli jabatan juga diduga terjadi di lingkungan Kanwil Kemenag Jabar 

Kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama RI yang dibongkar KPK, setelah menangkap basah Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam operasi tangkap tangan (OTT KPK), mebuka tabir dugaan jual beli jabatan di Kemenag Jabar.

Untuk mendapatkan jabatan, sumber Tribunjabar mengatakan, dari yang terkecil Rp 10 juta hingga Rp 500 juta.

TRIBUNJAKARTA.COM, BANDUNG - Dugaan terjadinya jual-beli jabatan terjadi tidak hanya di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim pasca-OTT Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy (Romy), oleh KPK.

Jual-beli jabatan juga diduga terjadi di lingkungan Kanwil Kemenag Jabar.

Tidak hanya promosi jabatan kepala kemenag kota dan kabupaten, tapi juga hingga pengangkatan kepala seksi (kasi). Bahkan pengukuhan kepala KUA tak luput dari setoran.

Ingin jadi kepala madrasah di lingkungan Kemenag, mulai dari kepala MI, MTs, hingga MA, juga tidak gratisan. Sasaran yang dimutasi pun bukan karena pertimbangan profesional, melainkan diduga lebih ke faktor manut tidaknya pejabat kepada kepala Kanwil.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Buchori, membantah kabar tersebut.

"Ah, itu kabar lama. Kalau ada juga, dari dulu sudah diurusin aparat penegak hukum. Suruh buktiin sajalah ke kita kalau ada," kata Buchori saat dimintai konfirmasinya melalui sambungan telepon, Rabu (27/3).

Informasi yang dihimpun Tribun, Rabu (20/3), menyebutkan, praktik jual-beli sudah berlangsung bertahun-tahun. Jual-beli jabatan kepala kemenag kota/kabupaten, misalnya, ditarif sekitar Rp 300 juta. Lalu setelah memasuki tahun 2016, tarifnya naik menjadi rata-rata Rp 500 juta.

"Para kepala kemenag kota/kabupaten yang diduga kuat terkena tarif sebesar Rp 500 juta itu di antaranya di Subang, Purwakarta, Kabupaten Cirebon, Depok, Bekasi, Kabupaten Sukabumi, Kuningan, dan Indramayu," kata sumber di lingkungan Kanwil Kemenag Jabar.

Halaman
123
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved