Mantan Anggota DPR Eni Saragih Sudah Mendekam di Lapas Wanita Tangerang

Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas IIB Tangerang.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM/SENO RI SULISTIYONO
Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas IIB Tangerang.

Eni dijebloskan satu lapas bersama mantan Gubernur Banten, Ratu Atut lantaran tersandung kasus suap proyek PLTU Riau-1 dan terungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Lapas Anak dan Wanita Kelas II B Tangerang, Prihartati mengatakan, Eni sudah mendekan di Lapas Wanita Tangerang sejak Selasa (26/3/2019).

Namun, ia mengatakan saat ini Eni masih berada di ruang karantina untuk tahap pengenalan dan suasana lapas sebagai warga binaan baru.

Lanjutnya, masa pengenalan di ruangan tersebut belum bisa ditentukan hingga berapa lamanya.

"Eni sudah ada di sini sejak Selasa minggu ini. Dia harus masuk ruangan karantina dulu untuk pengenalan, itu pun sama dengan narapidana lainnya yang baru," jelas Prihartati melalui sambungan telefon, Jumat (29/3/2019).

Ia mengaku kelimpungan untuk menaruh Eni di ruangan mana lantaran Lapas sudah penuh dengan narapidana yang sudah mendekam lebih dulu.

Namun, ia memastikan tidak ada perbedaan ruang tahanan antara Eni Saragih dengan warga binaan lainnya.

"Ini saya juga masih bingung ya, belum tahu akan ditempatkan di ruangan mana, karena kamar yang ada disini sudah penuh semua. Yang pasti tak ada perbedaan ruang tahanan kepada Eni," tegas Prihartati.

Ia melanjutkan, warga binaan yang baru memasuki masa karantina akan melalui proses perkenalan paling cepat selama seminggu.

"Narapidana yang sudah diputus masuk ke dalam lapas kita masukin masa pengenalan awal dulu di ruangan karantina. Proses pengenalan itu paling cepat seminggu, dua minggu, bahkan bisa sampai satu bulan," katanya.

Ia menceritakan masih mengelola ulang posisi warga binaan dan ruang tahanan 600 warga binaan sudah mengisi seluruh sel tahanan.

"Karena sudah penuh ruangan tahanan kondisinya. Kapasitas kami penuh sebanyak 600 narapidana, dan semua sudah terisi," beber Prihartati.

Penyebab Kebakaran Dekat Lapas Wanita Tangerang Diduga Karena Arus Pendek

KPK Dalami Peran Idrus Marham Terkait Suap Eni Saragih

Sebagai informasi, Eni Saragih terbukti menerima uang suap sebesar Rp 4,75 miliar dari Johanes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources.

Ia terbukti bersalah menerima gratifikasi sebesar Rp 5,6 miliar dan SGD 40 ribu yang ia terima dari sejumlah direktur dan pemilik perusahaan oil and gas.

Eni juga terbukti menggunakan uang tersebut untuk mendanai kampanye Pilkada suaminya, M Al Khadziq di Kabupaten Temanggung.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved