Sudinkes Jakbar Sebut Ada Penurunan Kasus DBD pada Maret 2019

Meski penurunan tidak terlalu besar, ia pun merasa senang karena adanya upaya dari masyarakat.

Sudinkes Jakbar Sebut Ada Penurunan Kasus DBD pada Maret 2019
TRIBUNJAKARTA.COM/LEO PERMANA
Kasudin Kesehatan Jakarta Barat Kristy Wathini (tengah) beserta jajarannya saat ditemui di sekitar Pos Rw 7, Kelurahan Jatipulo Jakbar, Jumat (29/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Kasudin Kesehatan Jakarta Barat Kristy Wathini mengatakan ada penurunan kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD) di Jakarta Barat pada Maret 2019.

Meski penurunan tidak terlalu besar, ia pun merasa senang karena adanya upaya dari masyarakat yang bersama-sama dengan pemerintah dalam wujudkan penurunan itu.

"Di Maret 2019 ini Jakarta Barat diperkirakan akan meningkat atau melonjak kasus DBDnya, tapi ternyata Alhamdulillah sih tidak melebihi Februari, berarti upaya masyarakat sudah cukup baik walaupun belum optimal, maksudnya turunnya belum drastis," katanya saat ditemui di sekitar Pos Rw 7, Kelurahan Jatipulo Jakbar, Jumat (29/3/2019).

"Tapi kita masih nunggu, masih ada dua hari ya di bulan Maret, nanti kita lihat lagi, kalau sekarang kita lihat turun walaupun nggak turun banyak, tapi paling tidak sudah turun dibandingkan bulan Februari lalu," lanjut dia.

Kristy menjelaskan yang mendapat peringkat satu dalam kasus DBD masih di Kecamatan Kalideres, dilanjutkan Kecamatan Cengkareng, Kembangan dan Palmerah.

Mesin Turbin Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Sumur Batu Mengalami Kerusakan

Kesaksian Guru Korban Saweran Murid-murid yang Videonya Viral, Kecewa Berat Padahal Dekat

Untuk di Kecamatan Palmerah, ia sampaikan bukan di Kelurahan Jatipulo yang banyak, tapi di Kelurahan Palmerah.

"Tapi semua kita antisipasi karena memang tugas kita ya kita setiap hari keliling kemana pun," jelas dia.

Menurutnya penurunan kasus DBD untuk Kecamatan Kalideres begitupun juga wilayah lainnya sedikit, yakni 5 persen.

"Itu upaya dari Lurah, Camat, Kader Jumantik, semua masyarakat ikut berpartisipasi ya walaupun belum optimal paling tidak dia sudah menunjukkan penurunan itu, saya sudah senang banget gitu," ungkap Kristy.

"Jadi mudah-mudahan di April 2019 itu bisa turun lagi, semua jajaran sudah turun ya, tujuh tatanan sudah turun semua jadinya karena itulah jadinya ada penurunan kurang lebih lima persen dari Februari 2019," tambahnya.

Ia pun berharap kasus DBD di Jakarta Barat menurun di bulan berikutnya, karena saat itu juga diperkirakan akan meningkat hingga Mei 2019 nanti.

Peningkatan itu menurutnya karena kelembapan udara, Jakarta Barat satu di antara wilayah Jakarta yang kelembapan udara tinggi.

"Kan itu terkait angka kelembapan udaranya ya, di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur itu tinggi. Nah kita berharap mungkin nanti berubah musim kali ya, jadi nggak lembab lagi, musim hujannya hilang, nah itu nanti akan terjadi penurunan, tapi kita tetap berusaha di sini supaya tidak meningkat," tuturnya.

Penulis: Leo Permana
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved