Diorama Jadi Penarik Pelajar Kunjungi Museum Gedung Joang 45

Nina berharap akan semakin banyak pengunjung yang mendatangi Museum Joang 45 untuk belajar mengenai sejarah perjuangan Indonesia.

Diorama Jadi Penarik Pelajar Kunjungi Museum Gedung Joang 45
TribunJakarta.com/Lita Febriani
Siswa SMA 107 Jakarta menyambangi Museum Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Pepatah 'Jas Merah' atau jangan sekali-kali melupakan sejarah menjadi pesan Bung Karno bagi generasi penerus terutama anak muda.

Ternyata para generasi muda saat ini tidak serta merta melupakan sejarah yang tak lepas dari negara Indonesia.

Jika anak muda identik dengan pergi jalan-jalan ke tempat hits atau mungkin pusat perbelanjaan, berbeda dengan sekelompok pelajar dari SMA Negeri 107 Jakarta.

Ketiga belas siswa dan siswi ini memilih menjelajah dari satu museum ke museum satu.

Saat ditemui TribunJakarta.com, Nina Rahmawati satu di antara sekumpulan anak SMA 107 Jakarta tersebut menuturkan bahwa mereka telah berkeliling sejak pagi dari satu museum ke museum lainnya.

Dimulai sejak pukul 07.00 WIB mereka semua ke Museum Fatahillah kemudian ke Museum Bank Indonesia dan Museum Gedung Joang 45 merupakan museum ketiga yang mereka jelajahi hari ini, Jumat (29/3/2019).

Awalnya siswa SMA 107 Jakarta berkeliling dari satu museum ke museum lain karena tugas dari sekolah.

Namun akhirnya mereka menyukai berwisata ke museum.

"Museumnya bersih, nyaman, bagus. Ini baru pertama ke Museum Gedung Joang. Kita ini ada tugas kelompok buat bikin video di museum-museum. Kita tadi juga udah ke Museum Fatahillah, Museum BI, nah ini museum ketiga. Abis dari museum Gedung Joang kita mau ke Museum Proklamasi," ungkap Nina kepada TribunJakarta.com, Jumat (29/3/2019).

Koleksi yang cukup menarik perhatian Nina ialah diorama persiapan kemerdekaan dan perumusan teks proklamasi.

"Itu sih tadi patung-patung diorama proklamasi, pas Sukarno di rumah Laksamana Maeda," ungkap siswa kelas 11 tersebut.

Nina berharap akan semakin banyak pengunjung yang mendatangi Museum Joang 45 untuk belajar mengenai sejarah perjuangan Indonesia.

"Semoga koleksinya lebih banyak lagi dan pengunjungnya makin banyak yang kesini," terang Nina.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved