Ujian Nasional 2019

20 Murid Berkebutuhan Khusus Jalani UN Hari Pertama di Kota Depok

Sebanyak 20 murid berkebutuhan khusus yang tersebar di seluruh Kota Depok, menjalani UASBN dan Ujian Nasional Kertas Pena (UNKP) hari ini.

Istimewa
Deka (24) salah seorang murid berkebutuhan khusus tengah menjalani ujian nasional di Sekolah Dharma Asih, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (1/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Sebanyak 20 murid berkebutuhan khusus yang tersebar di seluruh Kota Depok, menjalani Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dan Ujian Nasional Kertas Pena (UNKP) hari ini.

Kepala Sekolah SLB Dharma Asih Euis menuturkan, 20 murid tersebut terbagi dari 17 murid yang mengikuti UASBN dan tiga murid yang mengikuti UNKP.

“20 siswa SLB ini terbagi dari 17 orang yang ikut UASBN dan 3 orang ikut UNKP. Kalau yang UASBN soalnya dari internal sekolah tapi kalau UNKP soal dari pusat,” ucap Euis dijumpai di Sekolah Dharma Asih di Jalan Bangau Raya, Pancoran Mas, Senin (1/4/2018).

Di Sekolah Dharma Asih sendiri, salah seorang murid yang tengah mengikuti UNKP adalah Deka (24).

Berbeda seperti murid-murid dikebanyakan sekolah pada umumnya, murid berkebutuhan khusus ini mendapat perlakukan khusus lantaran keterbatasan fisik yang dimilikinya.

“Disini hanya ada satu murid yang mengikuti Ujian Nasional, sisanya tersebar di sekolah-sekolah lain,” ujar Euis.

Untuk diketahui, hari pertama pertama Ujian Nasional tingkat SMA ini kata pelajaran yang diujikan adalah bahasa indonesia sebanyak 50 soal dan waktu mengerjakannya selama dua jam.

Hari Pertama UNBK, Pelajar SMA Anggap Mata Pelajaran Matematika Paling Menakutkan

Siswa SMA PKP Khawatirkan Server Pusat Down Saat UNBK Berlangsung

Euis menjelaskan, tugas para pengawas Ujian Nasional untuk anak berkebutuhan khusus ini berbeda dengan pengawas ujian pada umumnya.

“Untuk menulis nama saja mereka harus seteliti mungkin. Karena kan ada yang tidak mendengar, jadi mereka terkadang agak bingung untuk memahami silang atau dilingkari, jadi kadang ada yang hampir keluar batasnya yang harusnya bulat jadi silang,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved