Cerita Masa Kecil Tak Terlupakan Anies Baswedan Tentang Sosok Pangerang Diponegoro

Karena lokasinya yang dekat, Anies Baswedan mengaku mengunjungi lokasi napak tilas Pangeran Diponegoro kala itu adalah suatu hal rutin baginya.

Cerita Masa Kecil Tak Terlupakan Anies Baswedan Tentang Sosok Pangerang Diponegoro
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan Saat melihat koleksi di Kamar ?Diponegoro yang ada di Museum Sejarah Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Gubernur DKI Jakarta mengaku memiliki cerita masa kecil tak terlupakan tentang sosok Pangeran Diponegoro.

Hal tersebut diungkapkannya sewaktu meresmikan Kamar Diponegoro di Museum Sejarah Jakarta, Kota Tua, Jakarta Barat.

Awalnya, Anies menyebutkan bahwa salah satu jejak sejarah Pangerang Diponegoro di tanah air, yakni yang ada di Tegalrejo, Yogyakarta sangat dekat dengan lokasi sekolahnya kala itu.

"Terkait Pangeran Diponegoro saya punya cerita sendiri, masa kecil sendiri. Masa kecil saya di Yogyakarta dan sering kali bermain di tempat Pangeran Diponegoro di Tegalrejo. Sekolah saya jaraknya kira2 hanya sekitar 1 kilo dari tempat pangeran diponegoro di Tegalrejo itu," kata Anies menceritakan masa kecilnya di Museum Sejarah Jakarta, Senin (1/4/2019).

Karena lokasinya yang dekat, Anies Baswedan mengaku mengunjungi lokasi napak tilas Pangeran Diponegoro kala itu adalah suatu hal rutin baginya.

Tak hanya yang di Tegalrejo, namun juga jejak sejarah Pangeran Diponegoro yang ada di Magelang, Jawa Tengah.

Resmikan Museum Sejarah Jakarta, Anies Baswedan Ajak Renungkan Perjuangan Pangeran Diponegoro

"Datang kesana itu sesuatu yang normal kita lakukan. Dan sering kali rutin ke Magelang, termasuk melihat jubahnya tak terlupakan pada masa-masa itu," kenang Anies.

Anies pun bercerita saat dirinya ditunjuk mewakili Indonesia untuk menerima pengembalian Cakra ‎milik Pangeran Diponegoro.

"‎Tiga tahun yang lalu, Februari 2015 saya mendapat kehormatan untuk mewakili bangsa dan negara menerima pengembalian Cakra Pangeran Diponegoro yang waktu itu dikembalikan ke Indonesia," kata Anies.

Anies mengatakan, Cakra tersebut terlepas dari tangan Pangeran Diponegoro pa‎da Perang Diponegoro tahun 1828 dan berada di Belanda sebelum akhirnya dibawa kembali ke tanah air pada 2015 silam.

"Cakra itu lepas kalau tidak salah 1828, kemudian dibawa ke Belanda dan apresiasi sekarang disimpan ke Museum Nasional," kata Anies.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved