Breaking News:

Pemilu 2019

Jakarta Utara Masuk 10 Besar Wilayah Rawan Konflik Pada Pemilu 2019, Begini Tanggapan Kapolres

Jakarta Utara masuk ke dalam wilayah rawan konflik jelang Pemilu Serentak 2019 sesuai pemetaan Badan Intelkam Polri.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto ketika ditemui di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (1/4/2019) siang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Jakarta Utara masuk ke dalam wilayah rawan konflik jelang Pemilu Serentak 2019 sesuai pemetaan Badan Intelkam Polri.

Wilayah pesisir tersebut termasuk satu dari 10 besar indeks daerah rawan konflik pada Pemilu 2019, begitu pula dengan Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Malahan, Jakarta Utara berada di peringkat kedua wilayah rawan konflik jelang Pemilu 2019.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menuturkan ada tujuh dimensi parameter yang dianalisa oleh Baintelkam Polri.

Dari tujuh dimensi yang ada dalam prameter tersebut, beberapa yang menjadi penting antara lain menyangkut penyelenggara, kontestan, dan pemilihnya.

"Sehingga itu kemudian menjadikan Jakarta Utara pada level yang di atas walaupun tidak yang paling atas," kata Budhi ketika ditemui di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (1/4/2019) siang.

Hal itu tak serta merta membuat Polres Metro Jakarta Utara dan jajarannya gentar.

Malahan, kata Budhi, indeks tersebut membuat pihaknya mengintrospeksi diri untuk semakin menguatkan pengamanan.

"Kita memberikan waktu kepada kita sendiri, untuk melakukan introspeksi kemudian melakukan pembenahan. Termasuk juga kita menganalisa ulang potensi-potensi kerawanan tersebut," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved