Meskipun Perjalanan KRL Berangsung Normal, Kepadatan Penumpang Masih Terlihat di Stasiun Tanah Abang

Meski demikian, penumpukan penumpang masih terlihat di peron 5 dan 6 Stasiun Tanah Abang tujuan Parung Panjang.

Meskipun Perjalanan KRL Berangsung Normal, Kepadatan Penumpang Masih Terlihat di Stasiun Tanah Abang
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Penumpukan penumpang di peron 5 dan 6 Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Perjalanan KRL Commuterline dari Stasiun Tanah Abang menuju Parung Panjang berlahan sudah mulai berangsur normal.

Pantauan TribunJakarta.com, sekira pukul 19.40 WIB satu buah kereta KRL tujuan Parung Panjang sudah berangkat dari jalur 5 Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dari pengeras suara yang ada di dalam stasiun juga diberitahukan bahwa kereta tujuan Serpong sebentar lagi akan masuk ke Stasiun Tanah Banag di jalur 6.

Meski demikian, penumpukan penumpang masih terlihat di peron 5 dan 6 Stasiun Tanah Abang tujuan Parung Panjang.

Sebagian besar menumpang lebih memilih berdiri berjam-jam di area peron agar saat kereta tujuan Parung Panjang datang mereka bisa langsung masuk ke dalamnya.

Penumpukan penumpang di peron 5 dan 6 Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).
Penumpukan penumpang di peron 5 dan 6 Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Sebagian lagi tampak menunggu di atas jembatan penghubung antar peron di Stasiun Tanah Abang.

Ada yang duduk lesehan, ada pula yang bertahan berdiri berjam-jam sambil menanti kereta yang akan membawa mereka ke tujuan masing-masing.

Hanna (23) salah satunya, ia mengaku sudah dua jam lebih ia menunggu di Stasiun Tanah Abang agar bisa kembali ke rumahnya di daerah Jurang Mangu.

"Sudah dua jam nunggu di atas gini, enggak berani deh nunggu di bawah, sumpek banget numpuk gitu," ujarnya, Senin (1/4/2019).

Hal senada turut disampaikan oleh Erika (29), ia bersama seorang anak dan keponakannya mengaku lebih memilih menunggu di jembatan penghubung lantaran kondisi peron 5 dan 6 yang tampak penuh sesak.

"Penuh banget itu di bawah, apalagi saya bawa anak kecil gini. Takut malah nangis nanti anak saya," katanya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved