Penjelasan Agung Wicaksono Soal Pembangunan Skybrige Penghubung MRT dengan Halte TransJakarta CSW

Skybridge tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan angkutan umum masyarakat ibu kota agar terhubung satu dengan yang lain.

Penjelasan Agung Wicaksono Soal Pembangunan Skybrige Penghubung MRT dengan Halte TransJakarta CSW
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bus TransJakarta mengantre saat akan memasuki terminal Blok M di Jalan Panglima Polim, Jakarta, Senin (16/1/2017). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun jembatan penghubung (skybridge) yang menyambungkan stasiun MRT Asean (Sisingamangaraja) dengan halte Transjakarta CSW, Jakarta Selatan.

Jembatan ini, dibangun untuk memudahkan akses penumpang dalam berpindah moda. Jembatan tersebut pun merupakan jembatan integrasi pertama yang dibangun di bagian atas.

"Ya, bisa dibilang begitu (pertama di atas). Penghubung MRT-Transjakarta undergroundnya di Stasiun Bundaran HI, tapi elevatednya ya di Asean CSW itu," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Agung Wicaksono di Balai Kota DKI, Senin (1/4/2019).

Agung menjelaskan, bahwa skybridge tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan angkutan umum masyarakat ibu kota agar terhubung satu dengan yang lain.

Hal ini, tentu memudahkan akses para pengguna transjakarta yang ingin berganti moda menggunakan MRT.

Begitu pun sebaliknya. Jika pengguna MRT hendak naik transjakarta, mereka hanya perlu menaiki jembatan penghubung tersebut.

Anies Baswedan Bakal Bangun Skybridge yang Hubungkan Stasiun MRT ASEAN dengan Halte Transjakarta

Mengenai desainnya, lanjut Agung nantinya akan diambil melalui pemenang sayembara desain halte terintegrasi MRT-Transjakarta yang sudah dimulai sejak bulan Februari lalu.

Kini sayembara tersebut sudah memasuki tahap penentuan 10 besar. Kompetisi ini pun diikuti oleh 19 pendaftar.

Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/4/2019).
Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/4/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA)

"Prosesnya akan dikoordinasi lagi sama pemerintah, tapi kita sudah jalan dengan sayembara ini. Sekarang sudah ada top 10, sudah masuk dewan juri nanti dipilih top 5. Habis itu diajukan ke Pak Gubernur sebagai juri kehormatan, dan nanti akan diliat lagi yang paling sesuai dengan state of the art design seperti apa," tutur Agung.

Halaman
12
Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved