Satu Keluarga Tewas

Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, JPU Hadirkan Penghuni Kontrakan dan Kerabat Korban

Sidang yang digelar di ruang utama PN Bekasi ini merupakan sidang kelima dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntun Umum (JPU).

Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, JPU Hadirkan Penghuni Kontrakan dan Kerabat Korban
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Dua orang saksi sidang kasus pembunuhan satu keluarga di PN Bekasi, Senin, (1/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kasus pembunuhan satu keluarga dengan terdalwa Haris Simamora kembali digelar di Pengadilan Negeri Bekasi, Jalan Veteran, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin, (1/4/2019).

Sidang yang digelar di ruang utama PN Bekasi ini merupakan sidang kelima dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntun Umum (JPU).

Sebanyak dua orang saksi dihadirkan JPU dalam sidang kali ini diantaranya, Hilarius seorang penghuni salah satu rumah kontrakan yang dikelola korban.

Lalu seorang kerabat korban bernama Sidabutar Mangaratua.

Mantan Kapolsek Mengaku Diperintah Dukung 01, Penjelasan Mahfud MD hingga Akan Diklarifikasi Bawaslu

Jaksa penuntut umum, Fariz Rahman, mengatakan, pihaknya dalam perkara kasus pembunuhan dengan terdakwa Haris Simamora berencana menghadirkan 20 orang saksi termasuk saksi ahli.

"Kalau untum hari ini kita tadinya mau hadirkan enam orang tapi yang bisa hadir cuma dua orang, karena mereka juga punya kesibukan," kata Fariz.

Pantauan TribunJakarta.com, sidang kelima kali ini berjalan lancar, terdakwa Haris Simamora nampak tenang mendengarkan keterangan dua orang saksi yang dihadirkan JPU.

Adapun majelis hakim menanyakan kepada saksi terkait seberapa kenal saksi terhadap terdakwa dan hal apa saja yang dilakukan saksi pada daat kejadian dan setelah menemuan mayat korban.

Selanjutnya, sidang akan dilanjutkan pada Senin, (8/4) pekan depan dengan agenda yang sama yakni mendengarkan keterangan saksi dari JPU.

Haris merupakan terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan, di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada 12 November 2018.

Ucapan Amien Rais Tak Percaya MK Picu Kontroversi, Disebut Penghinaan Lembaga Negara dan Sikap KPU

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, kepada pihak kepolisian, Haris mengaku membunuh Daperum Nainggolan dan Istrinya Maya Boru Ambarita dengan menggunakan linggis saat keduanya tengah tertidur.

Sementara, dua anak Daperum, Sarah (9) dan Arya Nainggolan (7), dibunuh dengan cara dicekik hingga tewas. Pembunuhan didasari motif sakit hati lantaran Haris yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan korban kerap dihina.

Harris Simamora didakwa dengan pasal berlapis akibat perbuatnnya membunuh Daperum Nainggolan, Maya Ambarita dan dua anaknya Sarah dan Arya. Jaksa mendakwa dengan pasal 340 KUHP dan 363 KUHP subsider pasal 338 KUHP dan 365 KUHP.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved