Tak Bayar Pajak Tepat Waktu, Enam Objek Pajak di Taman Sari Dipasang Stiker

Risan menjelaskan 4 tempat lainnya itu di rumah kos, sehingga totalnya ada enam titik lokasi yang diberikan stiker nantinya.

Tak Bayar Pajak Tepat Waktu, Enam Objek Pajak di Taman Sari Dipasang Stiker
TRIBUNJAKARTA.COM/LEO PERMANA
Camat Taman Sari, Risan H Mustar (menoleh ke belakang) saat menempelkan stiker pada sebuah restoran di sebuah hotel di Jalan Mangga Besar VI, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (1/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN SARI - Unit Pelayanan Pajak dan Retrebusi Daerah (UPPRD) Kecamatan Taman Sari menggelar pemasangan stiker di enam objek pajak di wilayah Taman Sari, Senin (1/4/2019).

Camat Taman Sari, Risan H Mustar yang turut hadir dalam kegiatan mengatakan, objek Pajak yang diberikan stiker ini karena wajib pajaknya menunggak bayar Pajak.

Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah memberikan imbauan serta peringatan terhadap wajib pajak tersebut agar membayar pajak tepat waktu.

"Maka dari itu tadi sekalian Rapim di tingkat kecamatan, sekaligus dengan Manpol, Dishub, UPPRD dan juga dari tingkat Kota yang juga hadir untuk memberikan penindakan langsung di satu hotel dan restoran di hotel yang berlokasi di Jalan Mangga Besar VI, Taman Sari, Jakarta Barat," katanya di lokasi, Senin (1/4/2019).

Saat Presiden Jokowi Duduk Bersila di Lantai, Bahas Kesepakatan Pascabanjir Bandang Sentani

"Nanti dilanjutkan di empat tempat lagi kami lakukan, agar masyarakat ini bisa menindak lanjuti dan segera membayar," tambahnya.

Risan menjelaskan 4 tempat lainnya itu di rumah kos, sehingga totalnya ada enam titik lokasi yang diberikan stiker nantinya.

Adanya penempelan stiker tersebut, ia harapkan dapat memberikan efek jera pada masyarakat, terutama para pengusaha-pengusaha tersebut.

Pihaknya pun menunggu hingga waktu seminggu untuk wajib pajak tersebut membayarkan pajaknya.

"Jadi hingga seminggu belum membayar juga akan kami paksa untuk membayar pajak, ada juga yang menjaminkan sertifikatnya yang kemudian kami lelang, karena ini sesuai instruksi Pak Wali dan Gubernur artinya imbauannya agar masyarakat itu pikirannya harus ada," kata Risan.

"Kadang kami nagih-nagih terus berulang kali, artinya kita sudah lakukan secara persuasif, sosialisasi dan sudah memberikan satu arahan pada masyarakat agar ayo kita wajib pajak ini harus dilaksanakan. Maka dari itu, yang sangat krusial ini ada hotel dan rumah kos yang kami tindak lanjuti," katanya.

Penulis: Leo Permana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved