Petugas Sudinhub Jakarta Timur Gelar Sosialisasi Pertama Penutupan Lintasan Sebidang di Jatinegara

Dalam sosialisai ini petugas Dishub memberikan selembaran kepada para pengandara, baik sepeda motor maupun mobil maupun pedagang.

Petugas Sudinhub Jakarta Timur Gelar Sosialisasi Pertama Penutupan Lintasan Sebidang di Jatinegara
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Sosialisasi Hari Pertama Penutupan Perlintasan Kereta Api No 52, Jalan Pisangan Lama, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Sosialisasi pertama rencana penutupan perlintasan Kereta Api (KA) Nomor 52, Jalan Pisangan Lama, Jakarta Timur dilakukan hari ini, Selasa (2/4/2019).

Penutupan dilakukan karena akan adanya 4 jalur KA lintas Jatinegara - Cakung atau Double Double Track (DDA).

Sosialisasi dilakukan oleh 6 orang petugas Dishub (Dinas Perhubungan) yang di pimpin oleh Kasi Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Andreas Eman.

Dalam sosialisai ini petugas Dishub memberikan selembaran kepada para pengandara, baik sepeda motor maupun mobil maupun pedagang yang melintasi jalur tersebut.

"Karena kalau nanti sudah menjadi double-double track, itu ritme waktu kereta melintas tidak sampai 4 menit. Saya saja di sini sudah survei sekitar 10 menit sudah hampir ada 6 perjalanan kereta. Jadi kalau tidak di tutup itu imbasnya pada trafic lalu lintas itu akan pengaruh besar pada kemacetan dan yang utama pada keselamatan," kata Andreas Eman, Selasa (2/4/2019).

Sosialisasi rencananya akan dilakukan selama satu bulan.

Bangun Infrastruktur di Ibu Kota, Gubernur Anies Bakal Ubah Jalur Perlintasan Sebidang Kereta Api

Pihak Kecamatan dan Kelurahan setempat juga akan menerima informasi soal penutupan perlintasan tersebut.

Sehingga sosialisasi juga sampai pada warga di sekitaran lokasi.

"Sebenarnya ini kebijakan dari Kementerian. Jadi dari Pusat Kementerian Perhubungan, minta tolong ke kami supaya disosialisasikan kepada warga-warga setempat. Dan rencana dalam waktu sebulan ini akan kami sosialisasikan. Saya minta waktu satu bulan, supaya masyarakat lebih mengetahui efeknya agar mencari alternatifnya. Ini juga akan kami sosialisasikan ke Kecamatan dan Kelurahan," lanjutnya.

Sejauh ini, sosialisasi baru berupa selembaran dan spanduk pemberitahuan di dekat perlitantasan KA.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved