Pemilu 2019

Bawaslu Sebut Indeks Kerawanan Politik Uang Masih di Urutan Teratas Jelang Hari Pencoblosan

Apalagi, kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK berhasil membongkar rencana praktik kotor tersebut lewat tindakan yang disebut "serangan fajar

Bawaslu Sebut Indeks Kerawanan Politik Uang Masih di Urutan Teratas Jelang Hari Pencoblosan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI sebut indeks kerawanan praktik politik uang pada 14 hari menuju waktu pencoblosan tanggal 17 April 2019, masih menempati posisi teratas.

"Dalam setiap kerawanan indeks kita, politik uang menjadi kerawanan tertinggi selain situasi di hari H," kata Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin saat dikonfirmasi, Rabu (3/4/2019).

Apalagi, kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK berhasil membongkar rencana praktik kotor tersebut lewat tindakan yang disebut "serangan fajar".

Ditambah dengan barang bukti 400 ribu lembar amplop berisi pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang dimasukkan dalam puluhan kardus.

Peristiwa ini dijadikan Bawaslu sebagai alarm pengingat yang menyadarkan bahwa praktik semacam ini masih mungkin terjadi di masa detik-detik menjelang hari pencoblosan.

Daftar Rumah Sakit di Tangerang yang Dapat Menampung Caleg Stres

"Apa yang terjadi beberapa hari terakhir, OTT yang katanya untuk serangan fajar, ini pengingat untuk memperhatikan potensi kerawanan politik uang," jelasnya.

Sebagai badan pengawas, Bawaslu akan gelar patroli pengawasan di masa tenang, dengan fokus utama yaitu mencegah adanya politik uang.

Sebelum memyebar petugasnya, Bawaslu akan memetakan terlebih dulu daerah mana yang punya tingkat kerawanan praktik politik uang tertinggi.

VIDEO BSD City Hadirkan Jasa Print Online Pertama di Indonesia

Setelah dapat, kemudian mereka akan menerjunkan petugas patroli ke wilayah-wilayah dengan cara persuasif atau imbauan untuk tolak keras politik uang.

Caranya dengan memunculkan psikologi publik agar mereka tidak berani menerima ataupun memberi imbalan, dengan mengarahkan pada pasangan tertentu.

Bawaslu mengancam dengan hukuman pidana, dan hal itu juga berdampak buruk pada kualitas Pemilu periode ini.

"Nanti akan ada secara serentak kami meminta jajaran melakukan patroli pengawasan salah satu fokus menolak dan melawan politik uang yang biasanya dipetakan titik rawan tinggi di saat masa tenang," jelas Afifuddin.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 14 Hari Lagi Nyoblos, Bawaslu Sebut Indeks Kerawanan Politik Uang Masih di Urutan Teratas

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved