Dompet Diduga Milik Pelaku Begal di Lubang Buaya Berisi Puluhan ATM dan STNK

Warga Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung sempat menemukan sebuah dompet dekat lokasi dua begal yang menyatroni toko kosmetik di Jalan Albaidho I.

Dompet Diduga Milik Pelaku Begal di Lubang Buaya Berisi Puluhan ATM dan STNK
TribunJakarta.com/Bima Putra
Tampak depan toko kosmetik di Jalan Albaidho I tempat Catur Setiawan dan Jufri bekerja, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (3/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Warga Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung sempat menemukan sebuah dompet dekat lokasi dua begal yang menyatroni toko kosmetik di Jalan Albaidho I.

Dompet tersebut diduga terjatuh usai begal beraksi pada Selasa (29/3/2019) sekira pukul 03.00 WIB.

Eli (44), warga sekitar mengatakan dompet yang diduga milik satu pelaku itu berisi sekitar puluhan ATM dan STNK dan diamankan warga sekitar yang tak diketahui identitasnya.

Hal ini dia ketahui dari anaknya yang diperiksa jadi saksi oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung karena memergoki aksi pelaku dan diancam pelaku yang usianya diperkirakan 20 tahun.

"Ada warga yang nemu dompet dekat lokasi pelaku jatuh pas dikejar warga. Isinya ada banyak ATM sama STNK, kata anak saya sekitar puluhan jumlahnya. Kalau KTP saya enggak tahu karena yang nemuin bukan anak saya," kata Eli di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2019).

Merujuk penuturan anaknya, Eli menyebut sosok yang menemukan dompet bukan merupakan warga yang bermukim di Jalan Albaidho I sehingga anaknya tak mengetahui identitas warga tersebut.

Luka yang diderita dua pegawai toko kosmetik, Catur Setiawan (21) dan Jufri (18) akibat dibacok dua pelaku yang menenteng celurit ukuran besar membuat warga panik sehingga tak memikirkan siapa pemilik dompet itu.

"Pas kejadian warga panik karena gimana cara bawa dua pegawai toko ke rumah sakit, waktu itu kurang motor. Jadi kita enggak mikirin itu dompet siapa, anak saya juga enggak kenal siapa yang nemuin dompet, mungkin masih warga Lubang Buaya," ujarnya.

Saat dikonfirmasi penuturan warga, Kapolsek Cipayung Kompol Darmo Suhartono tak membenarkan atau membantah kebenaran informasi yang beredar di kalangan warga.

Namun dia membenarkan bila anak Eli merupakan satu saksi yang diperiksa penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung dalam mengungkap kasus ini.

"Itu enggak pasti (milik pelaku). Memang anak pemilik warung makan Padang itu kemarin sudah diperiksa. Kita kesulitan karena korban enggak mau buat laporan," tutur Darmo.

Jatuh Saat Kabur, Begal di Lubang Buaya Acungkan Celurit ke Warga

Begal Toko Kosmetik di Lubang Buaya Ancam Dua Bocah yang Coba Gagalkan Aksinya

Dua dari empat begal yang menyatroni toko tempat Catur Setiawan (21) dan Jufri (18) bekerja jatuh sekitar 200 meter ratus meter setelah berhasil membacok dan mengambil handphone korbannya.

Nahas upaya warga meringkus pelaku gagal karena satu pelaku yang dibonceng bergegas bangkit dan mengacungkan celurit secara membabi buta ke arah warga.

"Pas mereka jatuh yang dibonceng langsung bangun dan ngacugin celurit, celuritnya besar, mengkilap begitu. Karena dia bawa senjata warga enggak berani menangkap. Kalau yang bawa motor habis jatuh langsung diriin motornya lagi," sambung Eli.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved