Liliyana Natsir Tanya Tunjangan Hari Tua Olimpian yang Berhenti,Menpora Justru Jawab Begini

Bentuk tunjangan tersebut, peraih medali emas Olimpiade mendapatkan Rp 20 juta, perak Rp 15 juta, dan medali perunggu Rp 10 juta.

Liliyana Natsir Tanya Tunjangan Hari Tua Olimpian yang Berhenti,Menpora Justru Jawab Begini
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir atau akrab disapa Butet menyapa penonton saat acara perpisahan sebelum dimulainya pertandingan final turnamen Indonesia Masters 2019, di Istora Senayan Jakarta, Minggu (27/1/2019). Liliyana Natsir yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad, sudah banyak menyabet gelar juara bergengsi bulutangkis memutuskan pensiun. 

TRIBUNJAKARTA.COM- LILIYANA Natsir kembali mempertanyakan perhatian pemerintah dalam bentuk tunjangan hari tua Olimpian, yang kini tak berjalan lagi.

Tunjangan hari tua Olimpian seperti Susy Susanti, Alan Budikusuma, Tontowi Ahmad, dan atlet lainnya, sebelumnya sempat berjalan selama satu tahun.

Namun, pemberian tunjangan yang merupakan janji pemerintah itu kini tidak lagi berjalan.

Bentuk tunjangan tersebut, peraih medali emas Olimpiade mendapatkan Rp 20 juta, perak Rp 15 juta, dan medali perunggu Rp 10 juta.

Tunjangan tersebut diberikan setiap bulan selama seumur hidup, kepada para atlet peraih medali Olimpiade alias Olimpian.

“Kalau kita Olimpian, sesuai statement dari pemerintah setelah Olimpiade Rio, ada tunjangan hari tua untuk Olimpian," kata mantan atlet bulu tangkis yang akrab disapa Butet tersebut, sebelum acara penerimaan SK CPNS di Wisma Kemenpora, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

"Sampai sekarang kita masih berharap, masih mempertanyakan itu kapan terealisasikan. Itu bagian dari motivasi juga untuk atlet dan orang tua atlet,” sambungnya.

Kata Butet, tunjangan Olimpian yang ia pertanyakan, bukan hanya untuk dirinya pribadi. Tapi, melihat dari para Olimpian sebelumnya, yang kini pastinya tidak bisa mendapatkan jatah PNS.

“Kalau PNS ini yang dapat kan milenial zaman now. Tapi kalau yang ditarik mundur, zaman Cik Susy (Susy Susanti) Koh Alan (Alan Budikusuma) kan tidak dapat PNS waktu itu,” paparnya.

“Maksudnya, sekarang apa nih (bonus) untuk mereka? Makanya sampai sekarang kita memperjuangkan agar bisa terealisasi lagi, tunjangan hari tua untuk Olimpian,” tegasnya.

Menpora Imam Nahrawi saat bermain bukutangkis setelah membuka Pelatnas Special Olympics Indonesia (SOIna) menuju Special Olympics Worlds Games (SOWG) Abu Dhabi 2019 di Kampus B, Universitas Negeri Jakarta, Rabu (20/2/2019).
Menpora Imam Nahrawi saat bermain bukutangkis setelah membuka Pelatnas Special Olympics Indonesia (SOIna) menuju Special Olympics Worlds Games (SOWG) Abu Dhabi 2019 di Kampus B, Universitas Negeri Jakarta, Rabu (20/2/2019). (ISTIMEWA/Dokumentasi Kemenpora)
Halaman
1234
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved