Bandar Narkoba yang Diringkus Anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok Dikendalikan dari Penjara

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui aksi pria tersebut dikendalikan dari dalam lembaga permasyarakatan (LP).

Bandar Narkoba yang Diringkus Anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok Dikendalikan dari Penjara
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (4/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Seorang bandar narkoba berinisial LC (30) ditangkap aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui aksi pria tersebut dikendalikan dari dalam lembaga permasyarakatan (LP).

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Iptu Edi Suprayitno menjelaskan, LC mengedarkan narkoba sesuai perintah seorang penghuni LP di luar Jakarta berinisial B.

"Jadi LC dikendalikan dari dalam lapas dengan inisial B. Dia mengedarkan atas perintah B, ketika ditelepon disuruh mengantarkan ke wilayah Jakarta Utara ketemu dengan orangnya ini, seperti itu," kata Edi dalam konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (4/4/2019).

Cegah Tanggul Jatipadang Jebol, Pemprov DKI Bakal Revitalisasi Situ Babakan

LC diperintahkan B mengambil narkoba dari kawasan Bulak Kapal, Bekasi, Jawa Barat.

Dijelaskan Edi, barang haram berupa sabu, ekstasi, dan pil happy five rencananya akan diedarkan di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

Adapun pelaku LC merupakan seorang residivis kasus serupa. Di dalam LP lah dia berkenalan dengan B.

"Kebetulan LC ini pernah ditahan kasus yang sama dan pada tahun 2012 keluar. Pada saat berada di dalam lapas, pelaku berkenalan dengan B," terang Edi.

Kepada polisi, LC mengaku baru sebulan belakangan menjadi pengedar narkoba.

"Keterangan pelaku, baru Februari 2019 mengedarkan narkoba. Sementara yang terjual kemungkinan kalau gram baru 10-20 gram di wilayah Jakarta," jelas Edi.

Dari LC, diamankan barang bukti sabu seberat 1,5 kilogram, happy five 200 butir, ekstasi 162 butir, putau 5 gram, dan ganja 11,95 gram.

"Total keseluruhan nominal sabu Rp 2,3 miliar ditambah lain-lainnya sekitar Rp 500 juta, total Rp 2,8 miliar. Jika barang ini tersebar di masyarakat, maka sekitar 15.608 jiwa bisa jadi korban," sambungnya.

Akibat perbuatannya, LC dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika.

Pelaku terancam dipenjara minimal lima tahun dan maksimal hukuman mati.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved