Gengsi Ikan Tangkap Naik, Bisa Ciptakan Lapangan Pekerjaan

MDPI sendiri saat ini tengah fokus melakukan pembinaan terhadap nelayan tuna agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Tayang:
Penulis: Lita Febriani | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Lita Febriani
Saut Tampubolon, Direktur Eksekutif MDPI (baju batik), di Hotel Akmani, Jalan KH. Wahid Hasyim No.91, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Ikan tangkap di Indonesia tengah naik kelas sejak Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan menganjurkan masyarakat mengkonsumsinya.

Slogan ''Kalau tidak makan ikan, saya tenggelamkan' nyatanya cukup efektif untuk menaikan pamor ikan di masyarakat.

Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) juga melihat bahwa ikan khususnya perikanan tangkap semakin memiliki peranan strategis.

MDPI sendiri saat ini tengah fokus melakukan pembinaan terhadap nelayan tuna agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pertambahan populasi manusia juga menjadi pemicu bertambahnya konsumsi terhadap ikan. Hal ini membuat perikanan tangkap akan terus dikonsumsi.

"Pola konsumsi di negara maju berpindah dari daging ke ikan. Ada pergerakan budaya Internasional juga sebenernya. Gengsi ikan ini naiknya saat ini tinggi sekali," ungkap Saut Tampubolon, Direktur Eksekutif MDPI kepada TribunJakarta.com, Kamis (4/4/2019) di Hotel Akmani, Jalan KH. Wahid Hasyim No.91, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Khususnya industri penangkapan ikan tuna yang masih dalam skala kecil dengan potensi ekspor yang besar.

Industri perikanan tangkap ini juga dinilai Saut dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

"Perikanan tangkap ini punya posisi yang sangat strategis dalam konteks penyedia lapangan kerja dalam konteks meningkatkan kecerdasan," tutur Saut.

Sistem yang dianut MDPI 'from the sea to the plate' juga sudah menghasilkan sebuah produk yakni 'Ahi Tuna Steak'.

Dimana pembeli produk bisa mengetahui ikan yang dibeli ditangkap dimana, kapan dan oleh siapa.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved