MDPI Bina Nelayan Agar Makin Sejahtera
Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) tengah fokus membina nelayan agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Penulis: Lita Febriani | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) tengah fokus membina nelayan agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Nelayan ikan tuna menjadi sasaran binaan MDPI sebab ikan tuna sendiri memiliki nilai yang tinggi bila diekspor.
Agar nelayan bisa menangkap ikan tuna dengan kualitas yang baik dan mampu diekspor, ada beberapa cara yang harus diperhatikan.
Hal-hal seperti inilah yang diperhatikan MDPI agar nelayan mampu sejahtera melalui ikan tangkapannya.
"Kita kan LSM, kami berorientasi membina nelayan kecil supaya nelayan kecil ini ngga terpinggirkan, supaya hasil tangkapannya memenuhi kualitas ekspor guna memperoleh uang yang lebih banyak," ungkap Saut Tampubolon, Direktur Eksekutif MDPI kepada TribunJakarta.com, Kamis (4/4/2019) di Hotel Akmani, Jalan KH. Wahid Hasyim No.91, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.
• VIDEO Selusur Pengolahan Ikan Asin di Kampung Nelayan Muara Angke, Untung per Bulan Rp 40 Juta
• Pengisian Radiator Diduga Jadi Penyebab Kapal Nelayan Terbakar di Perairan Kepulauan Seribu
Saat ini sudah ada 840 nelayan ikan tuna yang dibina MDPI.
Semua nelayan binaan Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia ini ada di 6 Provinsi.
Diantaranya Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Tengah, Maluku Utara, NTB dan NTT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/saut-tampubolon-direktur-eksekutif-mdpi.jpg)