Ngetem Sembarangan, Polisi Hukum Push Up Sopir Bajaj di Rawamangun

Meski tak sepenuhnya berhasil, mereka berhasil lepas dari jerat tilang dan melaksanakan hukuman push up yang diminta personel Dishub dan Polisi.

Ngetem Sembarangan, Polisi Hukum Push Up Sopir Bajaj di Rawamangun
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Sopir Bajaj yang kedapatan ngetem sembarangan di Jalan Balai saat dihukum push up di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (4/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULO GADUNG - Sejumlah sopir Bajaj yang kedapatan ngetem sembarangan di Jalan Balai Pustaka Kelurahan Rawamangun, Pulogadung dihukum 50 kali push up oleh personel Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur dan Satlantas Polres Metro Jakarta Timur.

Saat disatroni personel gabungan, sejumlah sopir sempat berusaha melarikan diri tapi gagal karena jumlah personel lebih banyak dan sudah mengepung mereka.

"Sudah pak jangan ditilang, kita kan cuma mencari sesuap nasi dari narik bajaj ini. Masa pakai ditilang segala pak," pinta seorang sopir sebelum melakukan push up di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (4/4/2019).

Para sopir yang tadinya asyik menunggu penumpang sembari bercengkrama meminta personel Sudinhub dan Satlantas Polres Jakarta Timur dengan janji tak bakal mengulanginya lagi.

Gengsi Ikan Tangkap Naik, Bisa Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Meski tak sepenuhnya berhasil, mereka berhasil lepas dari jerat tilang dan melaksanakan hukuman push up yang diminta personel Dishub dan Polisi.

"Kita cuma nunggu penumpang sebentar saja pak, soalnya di tempat lain sepi penumpang. Saya janji enggak bakal ngetem sembarangan lagi," ujar sopir lainnya.

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan hukuman push up yang diberikan merupakan teguran agar para sopir tak parkir sembarang.

Sebagai ganti tak ditilang, personel Sudinhub dan Satlantas Polres Jakarta Timur mendata identitas para sopir guna memastikan apa mereka memenuhi janjinya.

"Tadi sudah didata, kalau nanti mereka kembali melanggar kami akan tindak dengan sangsi tilang. Di sini sudah jelas terdapat rambu parkir satu lajur, itu yang harus terus pahami mereka agar tak lagi menyebab kemacetan," tutur Slamet.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved