Breaking News:

Satpol PP Jakut Bentuk Unit Reaksi Cepat Antisipasi Pelanggaran Ketertiban Umum

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara memperkuat kesatuannya dengan membentuk Unit Reaksi Cepat (URC).

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Istimewa/Dok. Kominfotik Jakarta Utara
Satpol PP saat dilapangan mengantisipasi pelanggaran ketertiban umum. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA UTARA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara memperkuat kesatuannya dengan membentuk Unit Reaksi Cepat (URC).

Unit ini ditugaskan mengantisipasi pelanggaran ketertiban umum sedini mungkin.

Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Yusuf Madjid mengatakan, pembentukan tim berdasarkan arahan Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin.

URC lebih mengedepankan penugasan dalam antisipasi pelanggaran ketertiban umum.

"Jadi unit ini lebih mengantisipasi di lokasi-lokasi yang dianggap kerap terjadi pelanggaran ketertiban umum," kata Yusuf di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (4/4/2019).

Dijelaskannya, pembentukan URC juga sebagai tindak lanjut penerimaan Kendaraan Dinas Operasional (KDO) berupa 36 sepeda motor dan mobil.

Terdiri dari perwakilan personel dari satuan tugas walikota dan kecamatan. Unit ini juga ditugaskan membantu tugas kedinasan lainnya.

Seperti, mengurai arus lalu lintas sehingga pengguna jalan merasa nyaman.

"URC akan mulai efektif selepas pemilu. Untuk saat ini, kami tengah memploting kekuatan untuk bisa diseleksi lebih lanjut," katanya.

Rampas Hak Pejalan Kaki, PKL Jalan Budi Kemuliaan Gambir Ditertibkan Satpol PP

Satpol PP Jakut Rekrut 119 PJLP untuk Atur Lalu Lintas Jalur Rawan Macet di 26 Kelurahan

Meski belum resmi, Kepala Seksi Penyidikan Pegawai Negeri Sipil dan Penindakan Satpol PP Jakarta Utara, Budi Salamun menerangkan, URC sudah mulai dioperasikan.

Hal itu dilakukan mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kenyamanan dan ketertiban umum di Jakarta Utara.

"Seperti tadi pagi, URC berpatroli menggebah pedagang kaki lima (PKL) yang kerap berjualan di lokasi terlarang," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved