546 Makam di Pamulang Digusur untuk Pembangunan Jalan Tol Serpong-Cinere

"Digantinya 6.000 meter persegi, enggak jauh, di atasnya," ujar Fuji saat dihubungi awak media, Jumat (5/4/2019).

546 Makam di Pamulang Digusur untuk Pembangunan Jalan Tol Serpong-Cinere
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Sebanyak 546 makam di tanah wakaf di bilangan Jalan Cemara 1, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) digusur untuk pembangunan tol Serpong-Cinere, Jumat (5/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, PAMULANG - Sebanyak 546 makam di tanah wakaf di bilangan Jalan Cemara 1, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) digusur untuk pembangunan Tol Serpong-Cinere.

Ratusan makam itu dipindahkan dari area bawah makam, ke bagian atas sekira 200 meter. Relokasi dilakukan sejak Senin (1/4/2019) lalu.

Staff Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Tol Serpong-Cinere Bagian Makam, Fuji Leksono, mengatakan, luas tanah makam yang digunakan untuk lintasan tol seluas 5.960 meter persegi.

"Digantinya 6.000 meter persegi, enggak jauh, di atasnya," ujar Fuji saat dihubungi awak media, Jumat (5/4/2019).

Sampai saat ini sudah ada 250-an makam yang dipindahkan.

Sebanyak 546 makam di tanah wakaf di bilangan Jalan Cemara 1, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) digusur untuk pembangunan tol Serpong-Cinere, Jumat (5/4/2019).
Sebanyak 546 makam di tanah wakaf di bilangan Jalan Cemara 1, Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) digusur untuk pembangunan tol Serpong-Cinere, Jumat (5/4/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR)

"Kita targetkan waktu selama tiga minggu," ujarnya.

Ruslah tanah makam melibatkan nazir kelurahan dengan Dinas Perumahan Permukiman dan Pertahanan, ahli waris dan pihak Kementerian Agama.

Pantauan TribunJakarta.com, proses relokasi dilakukan secara bersama-sama beberapa makam disaksikan pihak keluarga.

Tulang-belulang atau jasad yang masih ada dalam kubur dimasukkan ke dalam peti sekira seukuran panjang satu meter dan lebar 30 centimeter.

Setelah dimasukkan ke dalam peti yang sudah dilapisi kain kafan, peti dibawa ke makam baru yang sudah digali menggunakan bechoe.

Warga menyaksikan proses penguburan sambil dibacakan doa oleh amil.

"Ya kita mah asal enggak dipindahin jauh atau kita pusing nyari tempatnya. Ya mau gimana lagi," ujar Salamah (53) yang menyaksikan pemindahan makam neneknya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved