Masjid Jami Assyakirin Rutin Bagikan Makanan untuk Jamaah Usai Salat Jumat

Masjid Jami Assyakirin rutin bagikan makanan untuk jamaah usai salat Jumat.

Masjid Jami Assyakirin Rutin Bagikan Makanan untuk Jamaah Usai Salat Jumat
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Masjid Jami Assyakirin, Jatinegara, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Masjid Jami Assyakirin rutin bagikan makanan untuk jamaah usai salat Jumat.

Masjid yang berada di Jalan Raya Kalimalang, Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur selalu didatangi sekitar 500 jamaah tiap hari Jumat.

"Kalau makanan ini memang ada tiap hari Jumat. Jadi ini itu dari donatur. Paling banyak sekitar 200 bungkus nasi sepaket sama minumnya untuk jamaah usai salat Jumat," jelas Pian, petugas parkir masjid, Jumat (5/4/2019).

Suasana pengambilan nasi usai salat Jumat di Masjid Jami Assyakirin.
Suasana pengambilan nasi usai salat Jumat di Masjid Jami Assyakirin. (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Bungkusan nasi dan minuman ini dimasukan ke dalam plastik.

Kemudian di letakan di dalam kardus.

Sehingga usai salat Jumat, siapapun boleh mengambil, tanpa perlu dibagikan ke setiap jamaah.

Suasana pengambilan nasi usai salat Jumat di Masjid Jami Assyakirin.
Suasana pengambilan nasi usai salat Jumat di Masjid Jami Assyakirin. (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

"Biasanya di letakan di pintu 1 dan 2. Tapi selama ini yang ambil justru lebih banyak anak-anak. Anak-anak sekitaran sini kan banyak juga yang salat Jumatnya di sini," sambungnya.

Sepekan Pascapenembakan: Azan Salat Jumat Berkumandang, Mengheningkan Cipta, Warga Bentuk Barikade

Geng Jalanan Selandia Baru Berjanji Jaga di Luar Masjid Agar Muslim Bisa Salat Jumat dengan Aman

Ketika salat usai, beberapa anak laki-laki mulai berebut mengambil bungkusan.

Mereka saling senggol dengan diiringi canda, demi mendapatkan sebungkus nasi.

Satu diantara jemaah yang enggan menyebutkan namanya terlihat memberitahu para anak laki-laki tersebut untuk lebih tertib.

"Bukannya tidak boleh ambil makanan. Silakan di ambil, tapi harus tertib. Kalau caranya berebutan seperti itu nanti malah jadi berantem," jelasnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved