Petugas Dishub Gembosi 31 Ban Motor, Pelaku Parkir Sembarangan Keluhkan Lahan di Stasiun MRT Hj Nawi

Menurut Kasatpel Dishub Cilandak, Eko Budi Prabowo, penyisiran yang dilakukan oleh jajarannya merupakan penertiban sehari-hari.

Petugas Dishub Gembosi 31 Ban Motor, Pelaku Parkir Sembarangan Keluhkan Lahan di Stasiun MRT Hj Nawi
ISTIMEWA/Dokumentasi Dishub Cilandak
Penertiban kendaraan roda dua di Jalan Fatmawati, Cilandak pada Jumat (5/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Sebanyak 31 kendaraan roda dua terkena operasi cabut pentil oleh Petugas Dishub Satpel Cilandak di Stasiun MRT Haji Nawi, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan.

Pasalnya, banyak kendaraan yang parkir di atas trotoar sekitaran stasiun MRT tersebut.

Menurut Kasatpel Dishub Cilandak, Eko Budi Prabowo, penyisiran yang dilakukan oleh jajarannya merupakan penertiban sehari-hari.

Eko mengatakan di Stasiun Haji Nawi ditemukan banyak kendaraan khususnya roda dua yang parkir liar.

"Yang terkena OCP banyak dari kendaraan roda dua. Ada sekitar 31 kendaraan," bebernya kepada TribunJakarta.com pada Jumat (5/4/2019).

Pegawai kantor yang parkir di sekitaran MRT Haji Nawi bukan tanpa sebab.

Mereka beralasan tak adanya lahan parkir di sekitaran kantornya membuat para pegawai kantor itu akhirnya memilih parkir sembarangan.

Penertiban kendaraan roda dua di Jalan Fatmawati, Cilandak pada Jumat (5/4/2019).
Penertiban kendaraan roda dua di Jalan Fatmawati, Cilandak pada Jumat (5/4/2019). (ISTIMEWA/Dokumentasi Dishub Cilandak)

Eko melanjutkan sebagian besar perkantoran berada di wilayah Haji Nawi.

"Kendaraan tadi yang kita tertibkan kebanyakan dari pegawai kantor di sana. Mereka pada komplain 'kalau enggak di sini kita parkir di mana?'. Memang sebagian besar mereka parkir di Haji Nawi karena perkantoran banyak di sana,"lanjutnya.

Eko nantinya akan menyampaikan permasalahan ini ke tingkat Sudin Perhubungan Jakarta Selatan agar dicarikan permasalahannya.

"Jadi masalah ini sebagai bahan untuk dibahas di tingkat Sudin. Alternatif untuk mereka dimana," bebernya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved