Setiap Tahun, Kemenkumham Pecat Oknum Puluhan Pegawai yang Terlibat Bisnis Narkoba

Dalam sejumlah pemecatan, Agus menuturkan dilakukan upacara resmi yang mengharuskan oknum pegawai tersebut melepas baju dinasnya sebagai simbol.

Setiap Tahun, Kemenkumham Pecat Oknum Puluhan Pegawai yang Terlibat Bisnis Narkoba
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Staf Ahli Kemenkumham Bidang Antar Lembaga Agus Hariadi di TMII, Jumat (5/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Setiap tahunnya Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memecat pegawai Rutan dan Lapas yang terbukti membantu narapidana mengatur peredaran narkoba dari penjara dan melakukan pelanggaran lainnya.

Meski mengaku tak ingat jumlahnya, Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM Bidang Hubungan Antar Lembaga Agus Hariadi mengatakan ada puluhan oknum pegawai Rutan dan Lapas yang dipecat per tahunnya.

"Mungkin sampai puluhan. Saya kurang tahu persis, yang jelas setiap tahun memang ada yang kita pecat. Dan langkah-langkah preventifnya kita semakin gencar, maka semakin tahun semakin berkurang," kata Agus di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jumat (5/4/2019).

Dalam sejumlah pemecatan, Agus menuturkan dilakukan upacara resmi yang mengharuskan oknum pegawai tersebut melepas baju dinasnya sebagai simbol diberhentikan.

Khusus oknum pegawai Rutan dan Lapas yang membantu tahanan melakukan tindak pidana, mereka diproses secara hukum layaknya Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen yang terlibat kasus suap.

"Proses hukum tetap berjalan karena itu kewenangan dari kepolisian. Sudah sangat banyak pegawai kita yang dipecat karena berbagai perilaku yang tidak baik, termasuk narkoba," ujarnya.

Adanya kasus oknum pegawai Rutan dan Lapas yang terlibat disebut Agus sebagai dampak "kekuatan" yang dimiliki para gembong narkoba meski mendekam di penjara.

Pun Kemenkumham membangun Lapas Narkotika, para gembong narkoba masih memiliki kekuatan mempengaruhi tahanan dan petugas sehingga mampu menjalankan bisnis narkoba.

Kemenkumham Akui dan Tak Tutup Mata Ada Peredaran Narkoba di Lapas

"Mereka (tahanan) masih memiliki beberapa kekuatan. Termasuk kekuatan pengaruh, uang, ini memang bisa mempengaruhi di samping juga para penjaganya, para sipir juga ke narapidana lain," tuturnya.

Agus mengatakan pemecatan oknum pegawai Rutan dan Lapas merupakan bukti Kemenkumham tak mentolelir pelanggaran yang dilakukan jajarannya.

Sementara bagi Rutan dan Lapas yang berhasil menerapkan zona bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih, Kemenkumham bakal memberikan penghargaan.

"Bagi merek yang kedapatan masih ada narkoba dan penyimpangan lain itu memang kita ambil tindakan tegas. Sudah banyak pegawai yang kita pecat," lanjut Agus.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved