Warga Cipinang Melayu Ingin Jembatan Merah Dibuat Jadi Permanen

Usulan dan harapan warga ini juga sudah disampaikan ke masing-masing ketua RW 3, Muchtar Usman dan Ketua RW 4, Irfan.

Warga Cipinang Melayu Ingin Jembatan Merah Dibuat Jadi Permanen
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Kondisi Jembatan Merah, Jumat (5/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Warga Cipinang Melayu ingin Jembatan Merah menjadi jembatan yang sifatnya permanen.

Jembatan Merah adalah jembatan penghubung antar RW 3 dan RW 4, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Jembatan Merah yang dibangun dari swadaya masyarakat ini dengan struktur rendah.

Sehingga, kerap kali terendam banjir jika aliran Kali Sunter meluap.

"Itu jembatan kan swadaya masyarakat sini. Alasnya dari besi. Dua bulan sekali pasti sudah berlubang. Lalu ditambal ulang. Jembatan yang rendah juga membuat tiap hujan, air kali meluap pasti terendam. Harapan saya mewakili warga yang lain supaya dibangun jembatan permanen dengan posisi yang lebih tinggi. Sehingga saat kali meluap tidak terendam," ucap Ade dan Nasihatun bersahutan, Jumat (5/4/2019).

Usulan dan harapan warga ini juga sudah disampaikan ke masing-masing ketua RW 3, Muchtar Usman dan Ketua RW 4, Irfan.

Bahkan para ketua RW telah mengusulkan pembangunan jembatan lewat Musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) tingkat Kecamatan Makasar.

Namun hingga kini, jembatan yang merupakan akses terdekat warga ini tak kunjung diperbaiki.

"Kalau di sini terendam dan tidak bisa dilewati, warga harus memutar arah lewat Kalimalang. Tentunya lebih jauh. Jadi kalau sudah surut, pasti warga tetap gunakan jembatan ini," tambah Ade.

Pantauan TribunJakarta.com, Jembatan Merah beralaskan besi. Di beberapa alas sudah menggunakan tumpukan besi akibat penambalan.

Selain itu, terdapat dua jembatan lain yang berukuran lebih kecil.

Baik warga, pedagang, maupun sepeda motor harus melewati jembatan merah secara bergantian.

Karena alas besi yang sudah tambalan, jembatan tidak mampu menahan beban yang terlalu berat.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved