Belum Terima Uang Jasa dari Bandar Narkoba, Keling Keburu Tertangkap Polisi

Duwi Kadir alias Keling harus merasakan dinginnya penjara Polsek Metro Tanah Abang.

Belum Terima Uang Jasa dari Bandar Narkoba, Keling Keburu Tertangkap Polisi
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono memperlihatkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka Keling, Sabtu (6/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Duwi Kadir alias Keling harus merasakan dinginnya penjara Polsek Metro Tanah Abang.

Pasalnya, Keling terlibat dalam jaringan komplotan pengendar narkoba.

Ia ditangkap oleh jajaran kepolisian dari Polsek Metro Tanah Abang pada 26 Maret 2019 lalu di kediamannya Jalan Syukur Agung, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Pusat.

"Jadi kami mendapat informasi terhadap salah satu orang yang dicurigai sebagai kurir. Kemudian kami lakukan penangkapan di rumah yang bersangkutan di kawasan Jagakarsa," ucap Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono, Sabtu (6/4/2019).

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono memperlihatkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka Keling, Sabtu (6/4/2019).
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono memperlihatkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka Keling, Sabtu (6/4/2019). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Dari hasil penggeledahan di rumah tersangka, petugas mengamankan sabu seberat 104 gram dan tiga buah timbangan elektronik yang disembunyikan di lemari pakaian tersangka.

"Dari keterangan tersangka, dia mengaku sudah beberapa kali mendapat dropping barang dari salah satu orang yang sampai saat ini masih kami cari," ujarnya.

Lukman menambahkan, pelaku mendapat barang sebanyak satu kilogram, kemudian atas perintah sang bandar, pelaku memecahnya menjadi beberapa paket.

"Ada yang dipecah menjadi satu ons, ada juga yang tiga ons kemudian dia distribusikan lagi ke orang lain," kata Lukman.

Kemudian, sabu seberat 104 gram yang berhasil disita oleh polisi ini merupakan sisa dari satu kilogram sabu yang masih disimpan oleh tersangka.

"Sisa 104 gram ini masih ditahan oleh tersangka karena bandar belum menyelesaikan pembayaran atau komisi untuk kurir," ucapnya.

Dari hasil pengakuan tersangka, diketahui sang bandar narkoba baru membayar sebesar Rp 5 juta dari Rp 20 juta yang dijanjikan.

"Untuk satu kilo sabu ia mendapat Rp 20 juta atau Rp 2 juta per onsnya. Tapi baru dibayar Rp 5 juta jadi tersangka menahan barang ini karena memang pembayaran belum diselesaikan," ujarnya.

Peredaran Narkotika di Kota Depok Didominasi Narkoba Jenis Sabu

Diincar Bandar Dunia, BNN Sebut Indonesia Darurat Narkoba

Namun, nahas bagi Keling karena sebelum utang sang bandar sebesar Rp 15 juta dilunasi, ia sudah ditangkap oleh petugas kepolisian yang menggeberek rumahnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 114 UU 35 tahun 2009 tentang narkorika dengan ancaman hukuman diatas enam tahun penjara.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved