Tertangkap Polisi, Keling Sang Kurir Sabu Ternyata Residivis

Kurir sabu bernama Duwi Kadir alias Keling yang berhasil ditangkap pihaknya pada 26 Maret 2019 lalu merupakan pemain lama.

Tertangkap Polisi, Keling Sang Kurir Sabu Ternyata Residivis
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono memperlihatkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka Keling, Sabtu (6/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kurir sabu bernama Duwi Kadir alias Keling yang berhasil ditangkap pihaknya pada 26 Maret 2019 lalu merupakan pemain lama.

Ia diketahui sudah ikut dalam jaringan pengendar narkoba sejak tahun 2013 lalu.

Bahkan, pada 2014 silam Keling juga pernah ditangkap oleh pihak kepolisian atas kasus serupa.

Demikian dikatakan, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono kepada awak media, Sabtu (6/4/2019).

"Pelaku sudah sejak 2013 mengedarkan narkoba dan 2014 berhasil ditangkap oleh Bareskrim Polri," ucapnya.

Dijelaskan Lukman, saat itu pelaku juga sudah sempat merasakan dinginnya penjara setelah divonis kurungan 4 tahun 8 bulan.

"Pelaku ini residivis, dia bebas bersyarat pada 2017 lalu," ujarnya di Mapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Namun, bukannya insyaf setelah bebas dari penjara. Keling nyatanya masih melakukan pekerjaan haram dengan berperan sebagai kurir sabu.

Belum Terima Uang Jasa dari Bandar Narkoba, Keling Keburu Tertangkap Polisi

Wanita Paruhbaya Jadi Pengedar Narkoba di Bekasi

Lukman menyebut, setelah keluar dari penjara pada 2017 lalu, setidaknya sudah tiga kali menjalankan aksinya menjadi perantara narkoba.

"Tersangka ini sudah beberapa kali mendapat dropping barang, sekira dua atau tiga kali," kata Lukman.

"Modusnya sama, dia ambil barang dari bandar kemudian didistribusikan ke orang lain," tambahnya.

Akhirnya, sepak terjang Keling kembali terendus oleh pihak kepolisian. Ia ditangkap pada 26 Maret lalu di rumahnya Jalan Syukur Agung, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Pusat.

Dari rumah tersangka, petugas menyita sabu seberat 104 gram dan tiga unit timbangan elektrik yang disembunyikan di lemari pakaian.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 114 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman diatas enam tahun penjara.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved