Polisi Menduga Orang Dekat Bunuh Guru Honorer yang Ditemukan Tanpa Kepala; Pelaku Minimal 2 Orang

"Kami menyisir kembali lokasi penemuan mayat dalam koper. Kami mencari bagian tubuh korban yang hilang. Tapi, belum membuahkan hasil," kata Kapolres

Editor: Erik Sinaga
Instagram Budi Hartanto
Postingan terakhir Budi Hartanto di Instagram pada 26 Maret 2019. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEDIRI - Tepat pukul 04.00 WIB, ponsel Budi Hartanto berhenti aktif, empat jam kemudian tubuhnya ditemukan di dalam koper tanpa kepala.

Saksi mata menemukan koper pukul 08.00 WIB, Rabu (3/4/2019), di pinggir sungai di bawah jembatan Karanggondang, Undanawu, Blitar.

Dua hari setelah kematiannya, penyidik Polda Jawa Timur menyempitkan kasus pembunuhan warga Kota Kediri ini pada motif asmara.

"Kami hilangkan motif perampokan atau ekonomi, kami masuk pada motif asmara," ujar Kabid Humas Polda Katim Kombes Frans Barung Mangera, Jumat (5/4/2019).

Setelah penyidik mendapatkan keterangan saksi bahwa korban memeliki kecenderungan seksual berbeda, yaitu penyuka sesama jenis.

Postingan Budi Hartanto pada 13 Maret 2019.
Postingan Budi Hartanto pada 13 Maret 2019. (Instagram Budi Hartanto)

"Nah inilah yang akan tim penyidik dalami berkaitan dengan orientasi seksual yang berbeda," sambung mantan Kabid Humas Polda Sulsel itu.

Polisi memperkirakan pelaku pembunuhan Budi Hartanto tidak sendiri, paling tidak dua orang.

Pelaku pun bukan orang jauh dan kuat dugaan adalah orang yang sangat mengenal korban, satu komunitas sosial.

Selama proses penyidikan berlansung, polisi sudah memeriksa 14 orang saksi dengan rincian tiga saksi dari Blitar dan 11 lainnya teman dekat korban.

"Tiga saksi dari Blitar itu yang menemukan jasad korban di lokasi," umbar Barung.

Kebanyakan teman-teman korban yang dimintai keterangan sebagai saksi adalah pria gemulai, sama seperti Budi Hartanto.

Sementara dua orang di luar 14 saksi diduga kuat pelakunya.

"Saat ini kami sedang mengejar dua orang itu," ungkap Barung pada Sabtu (6/4/2019).

Hipotesa polisi pelaku paling tidak ada dua orang karena tidak mungkin pelaku membunuh sekaligus membuang mayat ke pinggir kali seorang diri.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved