Ada 873 Perkara Selama 2019, PA Jakarta Pusat Belum Temukan Perceraian karena Beda Pilihan Politik

Hal ini disampaikan oleh Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gunadi saat ditemui TribunJakarta.com di kantornya.

Ada 873 Perkara Selama 2019, PA Jakarta Pusat Belum Temukan Perceraian karena Beda Pilihan Politik
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Pengadilan Agama Jakarta Pusat yang berada di Jalan Rawasari Selatan, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CEMPAKA PUTIH - Selama tahun 2019 ini, sebanyak 873 perkara perceraian ditangai oleh Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

Meski ada ratusan perkara, namun sampai saat ini Pengadilan Agama Jakarta Pusat belum menemukan adanya perceraian yang disebabkan oleh faktor beda pilihan saat Pemilu 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gunadi saat ditemui TribunJakarta.com di kantornya.

"Enggak ada, sampai saat ini tidak ada yang cerai karena masalah beda pilihan politik," ucapnya saat ditemui TribunJakarta.com, Senin (8/4/2019).

873 Gugatan Perceraian Ditangani Pengadilan Agama Jakarta Pusat Sepanjang 2019

Ia menjelaskan, faktor penyebab perceraian di Jakarta Pusat masih didominasi oleh adanya perselisihan dan pertengkaran terus menerus antar kedua pasangan yang telah menikah.

"Selama empat bulan terakhir, faktor terbesar penyebab perceraian yang kami tangani itu karena adanya perselisihan dan pertengkaran terus menerus dalam rumah tangga," ujarnya.

Kemudian, faktor kedua yang sering menyebabkan perceraian ialah masalah ekonomi.

"Faktor lain seperti zina, mabuk, dan KDRT juga ada tapi tidak banyak," kata Gunadi.

"Kalau beda pilihan politik belum ada," tambahnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat, sebaiknya pesta demokrasi yang akan dihelat pada 17 April mendatang disikapi secara positif dan bijak.

Jangan sampai beda pilihan politik menyebabkan berakhirnya hubungan rumah tangga yang selama ini sudah dibangun.

"Jangan sampai cerai, Pemilu harus disikapi dengan bijak," ucapnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved