Satu Keluarga Tewas

Hakim PN Bekasi Putuskan Sidang Pembunuhan Saru Keluarga Dilanjut Setelah Pemilu 2019

Untuk itu, agar sidang tetap dikawal pihak keamanan, ketua mejelis hakim memutuskan sidang selanjutnya akan digelar pada, Senin (22/4/2019).

Hakim PN Bekasi Putuskan Sidang Pembunuhan Saru Keluarga Dilanjut Setelah Pemilu 2019
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Terdakwa Haris Simamora usai sidang di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (8/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pengadilan Negeri Bekasi menjadwalkan sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga dengan terdakwa Haris Simamora digelar kembali setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Ketua Majelis Hakim kasus pembunuhan satu keluarga Musa Arif Aini dalam sidang yang berlangsung hari ini, Senin (8/4/2019) mengatakan, dia ingin setiap sidang harus ada keamanan dari pihak berwajib.

Namun dia melihat, jika sidang digelar kembali setiap satu pekan kemudian Senin (15/4/2019), terlalu berdekatan dengan pemilu dan dikhawatirkan pihak berwajib fokus terhadap pengamanan pemilu yang berlangsung, Rabu 17 April 2019.

Untuk itu, agar sidang tetap dikawal pihak keamanan, ketua mejelis hakim memutuskan sidang selanjutnya akan digelar pada, Senin (22/4/2019).

"Majelis tetap hadirkan saksi dengan pengamanan pihak berwajib, kita tunda dua minggu supaya ada pengamanan, sidang kita lanjutkan setelah Pemilu," kata Musa.

Dia juga menargetkan perkara sidang pembunuhan satu keluarga ini dapat segera rampung sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Penuntut umum juga diminta agar dapat menghadirkan saksi lebih banyak setiap kali persidangan.

"Tapi diperbanyak saksinya, sebelum bulan puasa selesai, jadi Senin Rabu, tanggal 22 dan 24 (April 2019), (pukul) setengah 3," jelas dia.

Adapun sejauh ini, jaksa penuntut umum baru dapat menghadirkan tiga orang saksi diantaranya Doglas Nainggolan kaka kandung korban, Mangaritua Sidabutar kerabat sekaligus karyawan di toko korban dan Hilarius salah satu penghuni rumah kontrakan yang dikelola korban.

Haris merupakan terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan, di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada 12 November 2018.

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, kepada pihak kepolisian, Haris mengaku membunuh Daperum Nainggolan dan Istrinya Maya Boru Ambarita dengan menggunakan linggis saat keduanya tengah tertidur.

Sementara, dua anak Daperum, Sarah (9) dan Arya Nainggolan (7), dibunuh dengan cara dicekik hingga tewas. Pembunuhan didasari motif sakit hati lantaran Haris yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan korban kerap dihina.

Harris Simamora didakwa dengan pasal berlapis akibat perbuatnnya membunuh Daperum Nainggolan, Maya Ambarita dan dua anaknya Sarah dan Arya. Jaksa mendakwa dengan pasal 340 KUHP dan 363 KUHP subsider pasal 338 KUHP dan 365 KUHP.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved