Humas Pengadilan Agama Bekasi Belum Temukan Kasus Beda Pilihan Pemilu 2019 Jadi Faktor Perceraian

Ummi Azma mengatakan, hingga saat ini, pihaknya belum menemukan perkara perceraian yang disebabkan faktor beda pilihan Pemilu 2019.

Humas Pengadilan Agama Bekasi Belum Temukan Kasus Beda Pilihan Pemilu 2019 Jadi Faktor Perceraian
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Humas Pengadilan Agama Kelas 1A Bekasi Ummi Azma. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Tingkat perceraian di Kota Bekasi memasuki tahun 2019 terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Hingga periode Maret ini, Pengadilan Agama Kelas 1A Bekasi mencatat ada sebanyak 1567 perkara lebih besar ketimbang periode yang sama di tahun 2018 sebanyak 1255 perkara.

Faktor penyebab perceraianpun beragam mulai dari faktor ekonomi, pihak ketiga, faktor nafkah batin dan masih banyak lagi. Namun di tahun politik ini, tentu faktor beda pilihan Pemilu tidak bisa dikesampingkan dalam hal perceraian.

Humas Pengadilan Agama Kelas 1A Bekasi, Ummi Azma mengatakan, hingga saat ini, pihaknya belum menemukan perkara perceraian yang disebabkan faktor beda pilihan Pemilu 2019.

"Hingga saat ini kita belum menemukan ya faktor penyebab perceraian karena alasan beda pilihan Pemilu," kata Ummi di Pengadilan Agama Kelas 1A Bekasi, Senin (8/4/2019).

Dia menjelaskan, kecenderungan suami istri dalam pandangan politik menurut dia cenderung sama. Misal kata dia, sang suami memilih calon atau partai tertentu otomatis sang istri memiliki kecenderungan memiliki pilihan yang sama.

"Kalau menurut saya soal pilihan itu cenderung sama si ya antara suami dan istri, jadi ngikut entah suami ikut pilihan istri atau sebaliknya," jelas dia.

Prabowo Subianto Tawarkan Dana Pensiun untuk Koruptor, Reaksi KPK Hingga Tanggapan Demokrat

Pelaku Curanmor Gagal Gasak Motor Curian Lalu Pingsan di Tanah Abang

PT LIB Belum Tentukan Klub yang Menjadi Pertandingan Pembuka Liga 1 2019

Namun faktor itu tentu tidak bisa dikesampingkan, potensi adanya kasus perceraian karena beda pilihan Pemilu bisa saja terjadi seperti halnya faktor lain yang menjadi alasan suami melakukan talak cerai atau istri mengajukan cerai gugat.

"Untuk saat ini memang faktor yang paling dominan adalah faktor ekonomi dan pihak ketiga, ada juga faktor lain misal nafkah batin atau suami telalu sibuk dengan hobinya ada misal main burung atau memancing sampai istri jenuh itu ada," jelas dia.

Dia mengimbau sebaiknya pesta demokrasi ini dapat dimaknai sebagai suatu yang positif. Beda pilihan tentu selalu ada dan sudah seharusnya disikapi dengan cara yang bijak.

"Tentu harus dimaknai sebagai suatu yang positif," terang dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved