Satu Keluarga Tewas

Kakak Kandung Korban Tidak Mengenal Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

"Tidak kenal, tidak pernah bertemu dimanapun (dengan terdakwa)," kata Doglas di persidangan.

Kakak Kandung Korban Tidak Mengenal Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Doglas Nainggolan saat hadir di persidangan pembunuhan satu keluarga di PN Bekasi, Jalan Pramuka, Kota Bekasi, Senin (8/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Doglas Nainggolan (44), kakak kandung korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi mengaku tidak kenal sama sekali dengan terdakwa Haris Simamora. Hal itu diungkapkan saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (8/4/2019).

Doglas dalam keterangan persidangan mengaku kepada majelis hakim bahwa dia tidak pernah mengenal atau bahkan bertemu dengan terdakwa Haris Simamora.

"Tidak kenal, tidak pernah bertemu dimanapun (dengan terdakwa)," kata Doglas di persidangan.

Doglas menjelaskan, selama ini adiknya Daperum Nainggolan tinggal di sebuah toko kelontong yang di dalamnya terdapat dua kamar tidur dan satu ruang keluarga serta dapur.

Toko itu terletak satu komplek dengan bangunan kontrakan 27 pintu milik Doglas dimana salah satu kamar kontrakannya digunakan sebagai tempat tinggalnya.

Seluruh aset itu merupakan milik Doglas termasuk usaha toko kelontong yang dikelola adiknya Daperum Nainggolan. Toko itu sudah dikelola sejak 2012.

Selama ini, Doglas tidak tahu menahu siapa saja yang bekerja membantu adiknya dalam mengelola toko tersebut.

"Adik saya yang jaga warung, Jito (seorang yang pernah mejaga toko) dulu pernah, warung sejak 2012 sekitar 6 tahun tinggal di situ sama empat orang adik kandung saya (Daperum), istrinya, sama dua anaknya," jelas dia.

Doglas menegaskan, selama Adik kandungnya tinggal di toko, dia tidak pernah tahu terdakwa kerap berkunjung. Bahkan jika terdakwa memiliki hubungan saudara dengan adik iparnya (istri Daperum)-pun dia baru mengetahui setelah kasus ini.

Halaman
123
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved