Pileg 2019

Kampanye di Musala, Caleg PAN Dihukum Pidana 6 Bulan Percobaan

"Terdakwa divonis enam bulan masa percobaan dan denda Rp 10 juta," kata Chrisfajar saat membacakan putusan.

Kampanye di Musala, Caleg PAN Dihukum Pidana 6 Bulan Percobaan
Dok. Sentra Gakkumdu Jakarta Utara)
Sidang putusan Caleg PAN Nurhasanudin dan pelaksana kampanye Syaiful Bachri, Senin (8/4/2019) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Amanat Nasional (PAN) Nurhasanudin dan pelaksana kampanye Syaiful Bachri telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana pemilu.

Putusan tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim Chrisfajar Sosiawan dalam sidang terbuka di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (8/4/2019) sore.

Chrisfajar menjatuhkan hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp 10 juta, dengan masa percobaan selama enam bulan.

"Terdakwa divonis enam bulan masa percobaan dan denda Rp 10 juta," kata Chrisfajar saat membacakan putusan.

Pembacaan putusan dihadiri oleh jaksa penuntut umum (JPU) Erma Octora beserta kedua terdakwa didampingi penasihat hukum.

Menurut Majelis Hakim, Nurhasanudin bersama Syaiful Bachri terbukti melakukan kegiatan kampanye di Musholla Qurotul' Ain RT 009/RW 003 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Kedua terdakwa terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280 ayat (1) huruf h berbunyi, "Pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan."

Namun, terdakwa tidak menjalani hukuman 3 bulan penjara sesuai dengan tuntutan JPU dengan adanya beberapa pertimbangan.

"Pertama terdakwa mengakui kesalahan, kedua tidak pernah terlibat kasus hukum sebelumnya, ketiga masih muda dan punya potensi menjadi orang yang berguna untuk bangsa dan negara," jelas Chrisfajar.

Ketua Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara, Benny Sabdo mengapresiasi putusan pengadilan.

JPO Pasar Minggu Bakal Dilengkapi Lift dan CCTV: Anggarannya Sekitar Rp 6 Miliar

Samsung Dikabarkan Bakal Rilis Galaxy A90, Kamera Pop-up yang Bisa Diputar

Update Kasus Marko Simic: Manajer Persija Harapkan Hukuman Simic Adalah Denda

"Majelis hakim telah menyidangkan perkara ini secara maraton selama tujuh hari kerja. Bawaslu juga mengawal perkara ini untuk menegakkan keadilan pemilu," katanya.

Menurut Benny, JPU menyatakan masih ada peluang untuk melakukan upaya banding.

"JPU memiliki waktu tiga hari ke depan untuk mengajukan memori banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta," ucap Benny.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved