Breaking News:

Pelaku Usaha di Area Stasiun MRT Haji Nawi Keluhkan Terbatasnya Lahan Parkir

Semenjak Stasiun MRT Haji Nawi berdiri, geliat usaha di sekitar area stasiun tersebut mengalami penurunan.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Tribunjakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana ruko di area Stasiun MRT Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (8/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Semenjak Stasiun MRT Haji Nawi berdiri, geliat usaha di sekitar area stasiun tersebut mengalami penurunan.

Terbatasnya lahan parkir di area ruko-ruko dekat Stasiun menjadi salah satu penyebabnya.

Mereka pun mengalihkan lahan pejalan kaki yang berada di area Stasiun MRT tersebut sebagai tempat parkir bagi karyawan dan pekerja proyek.

Pemilik toko Warna Indah, Lukas (61), mengeluhkan keterbatasan lahan parkir bagi para pelanggannya.

Lukas mengaku lahan parkir yang ia miliki kini hanya tinggal setengah meter.

Ia pun takut untuk memarkirkan kendaraannya barang sebentar di dekat stasiun MRT lantaran dibayangi oleh petugas Dishub yang sewaktu-waktu bisa menertibkannya.

"Sekarang lahan parkir yang saya punya tinggal sepetak gini, gimana mau usaha coba. Lambat laun ya ini mematikan usaha. Kalau ada parkiran kan orang enak mau beli. Saya memang kena pembebasan lahan dan dapat ganti rugi tapi enggak ada artinya kalau lahan sempit gini," keluhnya kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Senin (8/4/2019).

Bukan saja Lukas yang mengeluhkan kondisi imbas pembangunan MRT.

Supervisor percetakan D'One yang terletak di seberang toko milik Lukas, Acong (40) pun mengatakan hal senada.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved